suplemenGKI.com

TEKUN BERJUANG DALAM DOA

I Raja-raja 18:41-46

 

Pengantar

Syair bait kedua “Bila ku berdoa” (NKB 140), mengatakan demkian, “Tiada bimbang dan gentar bila ‘ku berdoa; hatiku pun bergemar, bila ‘ku berdoa.”

Reff: Bila ‘ku berdoa, bila ‘ku berdoa. Tuhan sambut jiwaku, bila ‘ku berdoa.

Lagu ini mengekspresikan ketekunan dan keyakinan teguh dalam berdoa.  Saat dalam pergumulan berat, apakah Saudara berharap segera mendapatkan jawaban doa seperti yang Saudara inginkan?  Namun bila doa-doa yang Saudara panjatkan kepada TUHAN tak kunjung mendapatkan jawaban seperti yang Saudara pinta, apakah itu membuat Saudara menjadi bimbang dan gentar? Marilah merefleksikan kehidupan doa melalui perenungan bacaan Alkitab hari ini!

Pemahaman

  • Ayat 41-43 : menurut Saudara seberapa seriuskah Elia berdoa? Mengapa Elia tak menghentikan doanya saat mengetahui bahwa doanya belum dijawab TUHAN seperti yang dipintanya?
  • Ayat 44-46 :  Apakah yang mau ditunjukkan Elia kepada Ahab dari jawaban TUHAN atas doanya?

Bacaan Alkitab hari ini dilatarbelakangi hukuman TUHAN atas kehidupan Israel. Pada waktu Israel di bawah pemerintahan raja Ahab, mereka menyembah Baal. Oleh karena itu Israel dihukum TUHAN dengan 3,5 tahun masa kekeringan dan kelaparan.  Di gunung Karmel,  Elia berdoa dengan kesungguhan hati agar Ahab dan Israel mengakui kuasa ALLAH yang jauh mengatasi nabi-nabi Baal.  Dan ALLAH pun menjawab doa Elia dengan menyatakan kuasa-Nya yang besar hingga nabi-nabi Baal dikalahkan dan seluruh rakyat Israel kembali sujud menyembah ALLAH (ayat 38-40).

Elia kembali naik gunung Karmel. Ia pun kembali berdoa dengan serius, khusuk dan penuh kerendahan hati agar TUHAN menunjukkan kuasa-Nya yang besar kepada umat-Nya dengan menurunkan hujan.  Namun ternyata ALLAH tak langsung menjawab doa Elia. Sementara Elia tetap berdoa, ia mengirim bujangnya pergi untuk melihat ke arah laut “sampai tujuh kali” untuk melihat apakah ada tanda-tanda hujan (ay.43). Pastilah ini makan waktu cukup lama dan bisa membuat orang kecewa dan putus asa. Akan tetapi  Elia  terus berdoa dengan tekun.  Dia tak menyerah melainkan terus berjuang dalam doa sebab ia yakin ALLAH pasti menurunkan hujan seperti yang dijanjikan-Nya (I Raja-raja 18:1). Sampai akhirnya muncul awan kecil sebesar telapak tangan. Sebenarnya awan ini terlalu kecil, bisa ditiup angin dan langsung hilang. Tapi Elia tetap beriman teguh. Ia yakin hujan akan segera turun. Dalam ayat 45 diberitakan, akhirnya  turun hujan lebat.  Kuasa ALLAH kembali dinyatakan melalui doa Elia.

Ketekunan dan perjuangan doa Elia menunjukkan betapa dia percaya pada janji TUHAN dengan penuh iman.  Imannya yang teguh diekspresikan dalam perjuangan doa. Sesungguhnya doa itu bukan sekedar kata-kata tapi penyerahan diri dalam iman dan pengharapan.  Dalam perjanjian baru, kesungguhan  hati Elia dalam berdoa ditulis menjadi pelajaran penting dalam Yakobus 5:16-18. Dan Yakobus 5:16b menyimpulkan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”  (Yakobus 5:16b).

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah bagaimana ketekunan Saudara dalam mendoakan keluarga. Bila ada pergumulan berat keluarga yang Saudara doakan namun tak kunjung mendapatkan jawaban seperti yang Saudara inginkan, apakah Saudara jadi bimbang  dan gentar ?

Tekadku
Ya TUHAN, jangan biarkan aku lelah berdoa. Mampukanlah aku mengajak seluruh anggota keluarga untuk bertekun dalam doa agar kuasa-Mu kami rasakan.

Tindakanku

  • Aku akan mendoakan persoalan-persoalan  keluargaku dengan penuh iman agar  kuasa TUHAN tampak dinyatakan
  • Aku akan mengatur waktu yang terbaik untuk tekun berdoa bersama keluarga.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«