suplemenGKI.com

Yohanes 6:41-51

MENGENAL YESUS MEMANG TAK GAMPANG

PENGANTAR
Mengenal Yesus bukanlah sesuatu yang mudah. Orang-orang di zaman Yesus yang hampir setiap hari melihat Dia pun mengalami kesulitan untuk mengenal Yesus. Bagaimana dengan kita yang tidak pernah berjumpa secara fisik dengan Yesus? Syukurlah, perjumpaan fisik bukanlah hal yang paling menentukan untuk mengenal Dia. Jauh lebih penting daripada perjumpaan fisik adalah sikap hati. Memiliki hati yang rela diajar dan terus-menerus belajar itulah yang akan membuat kita semakin mengenal Dia.

PEMAHAMAN

Ay. 41-42   Bagaimana reaksi orang-orang Yahudi ketika Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai roti yang turun dari sorga? Mengapa mereka bereaksi seperti itu?

Ay. 43-51   Bagaimana Yesus menanggapi reaksi mereka?

Upaya Yesus untuk memperkenalkan diri-Nya sebagai roti hidup ternyata tidak berjalan lancar. Orang-orang yang mendengarnya malah bersungut-sungut (menjadi gusar) ketika Yesus mengatakan bahwa Ia telah turun dari sorga. Ini karena mereka mengenal siapa ayah dan ibu Yesus. Mereka tahu asal-usul Yesus. Bagi mereka, tidaklah mungkin Yesus turun dari sorga. Mereka tidak dapat memahami dan tidak percaya bahwa Yesus memang diutus oleh Bapa. Memang, lebih mudah menerima roti jasmani yang diberikan Yesus daripada menerima Yesus sendiri, sang roti surgawi.

Penolakan orang banyak tidak membuat Yesus marah. Penolakan itu juga tidak membuat Yesus menyerah. Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang datang kepada-Nya adalah orang-orang yang telah ditarik dan diajar oleh Bapa sendiri. Dengan perkataan ini, Yesus menasihati mereka agar merelakan diri mereka untuk dipimpin dan diajar oleh Bapa sendiri. Mereka memang belum mengenal Yesus, namun mereka sudah mengenal Bapa. Membuka hati untuk diajar oleh Bapa (yaitu, melalui firman-Nya) adalah cara yang terbaik untuk mengenal Yesus.

REFLEKSI
Kita pantas bersyukur karena memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal Yesus. Melalui para penulis Injil kita dapat mempelajari apa perkataan dan tindakan Yesus. Jika kita tidak mengenal Yesus, bagaimana kita dapat menjadi serupa dengan Dia?

TEKADKU
Tuhan, aku mau membuka hatiku agar Engkau dapat menarik dan mengajarku dengan lebih leluasa. Aku ingin semakin mengenal Yesus dan semakin serupa dengan Dia dalam perkataan dan tindakanku.

TINDAKANKU
Aku akan menggunakan setiap kesempatan yang ada, khususnya melalui pembacaan Alkitab pribadi dan Pemahaman Alkitab bersama, agar aku semakin mengenal Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«