suplemenGKI.com

Markus 12:13-17.

 

Suatu Upaya Untuk Mencari Kesalahan Yesus

Pengantar:
Setiap orang tidak mudah menerima teguran dari pihak lain, sekalipun teguran itu adalah bermaksud untuk kebaikannya. Itupun yang terjadi dengan Yesus, ketika Ia menegur para Farisi yang memusuhi-Nya dengan tanpa alasan, hanya satu mungkin alasan mereka adalah takut popularitas mereka terancam karena kehadiran Yesus yang saat itu mulai banyak pengikutnya. Sebagai upaya untuk menyingkirkan Yesus para Farisi itu berusaha mencari titik kesalahan Yesus. Salah satunya tentang membayar pajak.

Pemahaman:

  1. Bagaimanakah hubungan antara orang-orang Farisi dan Herodian sesungguhnya? Apa tujuan mereka datang kepada Yesus dengan suatu pertanyaan tentang perpajakan?
  2. Bagaimana  Yesus meresponi pertanyaan mereka? (v. 15-17)

Ketika musuh-musuh Yesus yang haus akan kekuasaan, pengaruh dan harga diri,
tidak mendapat kesempatan untuk melawan Yesus atas perkataan-Nya yang menentang mereka, mereka kemudian berusaha menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Di sini kita melihat Yesus diserang mengenai keharusan membayar pajak kepada kaisar (Mat 22:15)

Orang farisi dan Herodian sesungguhnya adalah dua kelompok yang saling bertentangan. Orang Farisi adalah orang yang mementingkan hal-hal kecil berkenaan dengan kebebasan orang Yahudi (kalau bisa jangan membayar pajak kepada kaisar) sedangkan orang Herodian adalah pendukung utama pemerintahan Romawi yang mewajibkan rakyat membayar pajak. Tujuan mereka adalah, jika jawaban Yesus melarang membayar pajak, maka Yesus dibenturkan dengan orang Herodian, jika Yesus menganjurkan membayar pajak, maka Farisi akan menghasut orang banyak (Yahudi) untuk memusuhi Yesus.

Dalam ayat 15-17, Yesus menjawab pertanyaan jebakan itu dengan sangat brilian dan penuh kuasa. Yesus meminta untuk membawa koin dinar, dan menunjukkan gambar dan tulisan siapa yang tertera di dalam koin dinar itu. Tertera di sana adalah gambar dan tulisan kaisar, sebetulnya bukan tulisan tetapi nama dan tanda tangan kaisar. Lalu kata Yesus kepada mereka “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” Karena mereka saat itu berada di bawah kekaisaran Romawi maka harus bayar pajak pada pemerintah Romawi, tetapi jangan luga juga persembahan kepada Allah yang adalah sumber berkat dan pemilik kehidupan.

Refleksi:
Terkadang kita bersikap seperti orang-orang Farisi dan Herodian, begitu mudah ingin menuding kesalahan orang lain hanya karena kita benci kepada orang tersebut. Itu adalah sikap yang salah di hadapan Tuhan.

Tekad:
Kerendahan hati mengakui kebenaran dari orang lain adalah sikap anak-anak Tuhan yang sesungguhnya.

Tindakkan:
Belajar mengakui dan menerima keberadaan diri sendiri apa adanya dan menerima lelebihan orang lain sesuai dengan kebenaran yang sesungguhnya, itu adalah sikap yang harus diambil.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*