suplemenGKI.com

Sabtu, 7 Mei 2016

06/05/2016

MENJAGA KESATUAN

Yohanes 17:20-24

 

PENGANTAR
Dunia adalah ladang kehidupan yang tidak pernah lepas dari tantangan. Setiap orang membutuhkan dorongan kekuatan untuk melewati  semua tantangan tersebut.  Tanpa kesatuan maka orang percaya bukan saja tidak dapat memenuhi panggilan imannya, tetapi juga mengalami perpecahan dalam persekutuannya.  Hal ini menjadi alasan mengapa Yesus berdoa bagi murid-muridN-ya.  Apa isi doa Yesus?  Mari kita pelajari bersama!

PEMAHAMAN

Ayat 20: Apa yang Yesus lakukan buat para murid-Nya?

Ayat 21: Apa tujuan doa Yesus kepada para murid-Nya?

Ayat 23: Apa yang menyebabkan Yesus ingin para murid menjadi satu?

Bagaimana kesediaan dan semangat Anda dalam mewujudkan kesatuan seperti isi doa Yesus?

Kesatuan adalah isi dari doa Yesus pada murid-murid-Nya.  Di dalam doa-Nya, ia menaikkan tema tentang kesatuan para murid dan orang-orang percaya.  Di dalam doa tersebut ada banyak hal yang perlu dipelajari tentang apa arti kesatuan.  Doa Yesus dapat dikatakan sebagai doa yang sifatnya pastoral.  Yesus begitu berkonsentrasi mendampingi para muridNya dengan cara mengajar sembari menguatkan mereka untuk siap menghadapi kenyataan, khususnya berkaitan dengan jalan salib.  Yesus berupaya membangun keteguhan hati para murid agar mempunyai kesiapan hati/mental melewati semuanya.  Setelah panjang lebar melakukan percakapan pastoral, tibalah Yesus mengakhiri percakapan tersebut dengan menaikkan doa bagi mereka.  Di dalam doa, Yesus menginginkan, “supaya mereka semua menjadi satu” (ay.21).  Kesatuan yang dimaksud Yesus bukanlah kesatuan yang sedang diusahakan, melainkan kesatuan yang harus dipertahankan terus menerus sampai kemudian menjadi sempurna.  Tidak berhenti hanya pada konteks mempertahankan, tetapi juga menyempurnakan kesatuan yang sudah ada.  Jadi merupakan tindakan yang aktif dan berkesinambungan agar kesatuan itu sempurna.

Isi doa Yesus makin terasa relevansinya ketika menghubungkannya dengan situasi dunia yang membenci para murid.  Dunia digambarkan hadir dalam ketidakramahan.  Dunia membenci orang-orang percaya.  Dalam situasi seperti inilah, para murid harus belajar bukan untuk menjadi satu tetapi tetap bersatu.  Dengan tetap bersatu, pada akhirnya para murid bisa saling memberi kekuatan, penghiburan,  dan juga menanggung beban bersama. Di dalam kesatuan tersebut, mereka menyampaikan kemuliaan Allah di dalam Yesus Kristus.  Isi doa Yesus masih tetap relevan sampai hari ini, terlebih melihat tantangan dunia hari ini.  Tantangan bukan hanya dari dunia, tetapi juga dari dalam, dari dalam kekristenan sendiri, sehingga yang harusnya bisa menjaga kesatuan sampai kesempurnaan, yang terjadi malah perpecahan dan perselisihan.  Alih-alih saling menopang dan menguatkan antar orang percaya atau gereja, yang terjadi ada kalanya masing-masing sibuk dengan dirinya sendiri.  Isi doa Yesus memanggil kita kembali untuk menjaga kesatuan sebagai sesama tubuh Kristus.

REFLEKSI                                                                         
Dalam keheningan mari merenung: Ketika kita mau menjaga kesatuan dengan sesama, itu berarti mewujudkan isi doa Tuhan Yesus dalam kehidupan.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar aku mewujudkan kesatuan yang saling menopang dan menguatkan di dalam gereja dan keluarga, yang berdampak dalam pekerjaan.

TINDAKANKU
Hari ini aku berusaha menghargai perbedaan dengan …………….. (teman pelayanan) sehingga pekerjaan Tuhan itu bisa terlaksana dengan baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»