suplemenGKI.com

Sabtu, 7 Juli 2018

06/07/2018

TENANG KETIKA DITOLAK

Markus 6:1-6a

 

Pengantar
Gladys Aylward lahir dari keluarga kelas pekerja di Edmonton, London, pada tanggal 24 Februari 1902. Dia mulai bekerja menjadi pembantu rumah tangga pada usia 14 tahun. Panggilannya untuk bermisi muncul ketika ia menghadiri kebaktian kebangunan rohani pada saat dia berumur 18 tahun. Bekerja selama empat tahun sebagai pembantu rumah tangga membuatnya memiliki suatu wawasan yang unik mengenai hati seorang hamba. Saat dia memberikan hidupnya untuk Kristus, ia bersedia dipakai untuk melayani dalam bidang apa saja. Dia melanjutkan pekerjaannya sebagai pelayan salon selama dua tahun. Pada usia pertengahan dua puluhan, ia melamar untuk menjadi misionaris dan diberikan kesempatan mencoba di China Inland Mission Centre di London. Ia bekerja sampai usia dua puluh enam tahun, tetapi prestasinya tidak memenuhi harapan para pemimpin China Inland Mission Centre. Meskipun ia ditolak, ia tidak gegabah dan tetap berjuang untuk dapat mengabarkan Injil ke China. Kisah Gadys mengingatkan kepada kita bahwa ada harga yang harus dibayar ketika mengabdikan hidup untuk Tuhan, contohnya adalah ditolak oleh orang sekitar, diragukan kemampuannya, dsb. Yesus juga pernah ditolak ketika Ia melayani bangsa-Nya sendiri. Mari kita perhatikan dan renungkan bersama.

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Bagaimana tanggapan orang-orang tentang pengajaran Yesus?
  • Ayat 3             : Apa yang membuat mereka kecewa pada Yesus?
  • Ayat 5             : Apa yang Yesus lakukan ketika Ia ditolak oleh bangsa-Nya sendiri?

Yesus dan para murid yang mengikuti-Nya, tiba di Nazaret. Pada hari Sabat Ia mengajar rumah ibadat, sedang jemaat yang mendengar pengajaran-Nya sangat takjub. Namun pada akhirnya mereka terheran-heran dan bertanya-tanya dari manakah hikmat yang Ia peroleh (ayat 2). Mereka pun teringat bahwa Yesus adalah anak dari tukang kayu, anak Maria (ayat 3). Yesus dipandang rendah oleh orang-orang sekampung-Nya, karena Dia dianggap sama saja dengan mereka karena berasal dari kampung yang sama, dan mereka tahu tentang asal-usul-Nya. Oleh karena itulah orang banyak itu kecewa pada Yesus. Ditolak di daerah asal tentu sangat menyakitkan hati Yesus. Tetapi Yesus tidak lantas membalas perbuatan orang-orang yang telah meremehkan dan merendahkan-Nya.  Dia mau memaafkan mereka atas penghinaan ini dan berkata: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri..” (ayat 4).Ia memang tidak dapat mengadakan mujizat apapun di sana, tetapi Ia masih menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya keatas mereka (ayat 5). Dalam kondisi diremehkan dan ditolak, Dia tetap melakukan kebaikan bagi orang-orang di sekitar-Nya. Kehadiran-Nya tetaplah berdampak bagi orang-orang yang membutuhkan.

Refleksi
Penolakan dan diremehkan mungkin akan kita alami ketika melakukan kebaikan bagi sesama. Terlebih ketika kita terjun untuk melayani Tuhan. Namun dengan tantangan tersebut apakah kita akan berhenti begitu saja? Penolakan yang kita alami akan memampukan kita untuk melayani Tuhan dengan tulus dan setia. 

Tekadku
Tuhan, berikan aku ketenangan hati ketika apa yang ku lakukan dianggap sebelah mata oleh sesamaku. Berikan aku keberanian agar aku terus dapat melayani-Mu dan melakukan kebaikan bagi sesama.

Tindakanku
Mulai hari ini aku tidak akan patah semangat ketika kebaikan dan pelayananku dianggap sebelah mata oleh orang-orang sekitar. Aku akan terus belajar melakukan yang terbaik untuk Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«