suplemenGKI.com

Matius 3:13-17

YESUS DIBAPTIS, KITA JUGA

PENGANTAR

Tahun 27 Masehi diperkirakan sebagai tahun awal pelayanan Yesus.  Usia Yesus pada waktu itu sekitar 30 tahun.  Peristiwa penting yang dicatat Matius di sini adalah pembaptisan-Nya oleh Yohanes Pembaptis. Peristiwa ini dipahami secara luas sebagai titik awal pelayanan Yesus dan murid-muridNya (lihat Kis 1:21-22).  Sejak zaman gereja mula-mula peristiwa ini telah memunculkan diskusi yang menarik: Mengapa Yesus perlu dibaptiskan oleh Yohanes? Bukankah baptisan Yohanes adalah tanda pertobatan, sedangkan Yesus sendiri tidak berdosa dan dengan demikian tidak memerlukan pertobatan?

PEMAHAMAN

  • Menurut Anda sendiri, mengapa Yesus perlu dibaptiskan? (ay. 13-15, lihat juga 2 Kor. 5:21). Apa yang dapat kita teladani dari sikap Yohanes Pembaptis dan sikap Yesus (ay. 14)
  • Tanda-tanda apakah yang terjadi pada waktu Yesus dibaptis? (ay. 16-17).  Menurut Anda, apa arti peristiwa dan suara tersebut?
  • Dari peristiwa pembaptisan Yesus, apa yang dapat kita pelajari mengenai Sakramen Baptis Kudus yang kita terima sebagai murid-murid Kristus?

Dari jawaban Yesus terhadap Yohanes kita tahu bahwa baptisan itu diterima Yesus untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah (ay. 15).  Dengan demikian Yesus meneguhkan pelayanan Yohanes yang menyerukan pertobatan dan memberitakan kedatangan kerajaan Allah yang sudah dekat.  Selain itu, pembaptisan Yesus juga mempunyai arti penting bagi karya penebusan yang akan dilakukan-Nya bagi manusia.  Melalui baptisan ini Yesus mengidentifikasikan (menyamakan) diri-Nya dengan manusia yang berdosa (2 Kor 5:21).

Tanda-tanda yang terjadi sewaktu pembaptisan itu menunjukkan perkenan Allah terhadap peristiwa tersebut, sekaligus memproklamasikan penyertaan Roh Allah atas Anak-Nya.  Yesus melakukan seluruh karya-Nya dengan kekuatan Roh Allah, dan kenyataan ini diungkapkan oleh baptisan yang diterima-Nya.

Melalui perikop ini kita dapat mempelajari beberapa makna penting yang terkandung dalam Sakramen Baptis Kudus yang pernah kita terima sebagai murid-murid Kristus.  Pertama, baptisan itu menghisapkan (menyatukan) kehidupan kita dengan kehidupan Kristus.  Sama seperti dahulu Kristus mengidentifikasikan diri dengan kita melalui baptisan yang diterima-Nya, sekarang kita mengidentifikasikan diri dengan Dia melalui baptisan yang kita terima.  Kedua, baptisan itu menandai penyertaan Roh Allah dalam kehidupan kita.

REFLEKSI

Apakah Sakramen Baptis Kudus yang telah Anda terima berdampak nyata dalam kehidupan Anda sehari-hari?

TEKADKU

Ya, Tuhan, biarlah Roh-Mu terus bekerja di dalam hati dan pikiranku agar hidupku semakin serupa dengan Kristus.

TINDAKANKU

Aku akan mewujudkan rasa syukurku atas Sakramen Baptis Kudus yang telah aku terima. Aku akan berterima kasih kepada orang-orang yang ikut ambil bagian dalam Sakramen tersebut, dan aku akan mendoakan mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«