suplemenGKI.com

ROMA 15:7-13

PERSEKUTUAN YANG SALING MENERIMA

 

Pengantar
Bagaimanakah membangun persekutuan yang memuliakan Allah ? Apakah persekutuan yang masing-masing orang didalamnya hanya memikirkan kesenangan dirinya dapat memuliakan Allah ? Atau adakah persekutuan yang memuliakan Allah hidup dalam ego dan ketidakpedulian?

Membangun kehidupan persekutuan memang tidak mudah. Ada segudang tantangan yang harus dihadapi. Namun yang paling substantif adalah bagaimana mengatasi berbagai perbedaan yang ada didalamnya. Persekutuan terdiri dari beragam manusia yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Bukan hanya latar belakang suku, ekonomi, status sosial, tetapi bahkan cara berpikir yang berbeda-beda.

Ayat 7-12   Nasihat penting apa yang Paulus sampaikan kepada jemaat Kristen di Roma ?
Ayat 13       Apakah doa dan harapan Paulus bagi jemaat Kristen di kota Roma ?

Pemahaman
Sikap jemaat Kristen Yahudi dalam persekutuan tentu menimbulkan kegelisahan. Jemaat Kristen Yahudi menganggap diri lebih baik daripada jemaat Kristen Yunani. Kondisi ini tentu dapat menimbulkan perpecahan. Paulus mengulang kembali pentingnya kesatuan jemaat Kristen. Hal itu dimulai dengan sikap saling menerima (ayat 7). Sikap menerima yang dimaksudkan adalah sikap memberi diri untuk terbuka bagi kehadiran orang lain apapun situasi dan kondisinya. Paulus sangat menekankan hal ini kepada jemaat Kristen di kota Roma.

Bagi Paulus, rencana Allah berlaku atas semua bangsa. Bukan hanya Yahudi tetapi juga bangsa-bangsa lain. Karya Kristus juga tidak hanya berlaku bagi bangsa Yahudi tetapi bagi semua bangsa. Dihadapan Allah semua manusia memiliki kedudukan yang sama. Itulah sebabnya Paulus mengutip beberapa bagian dalam Perjanjian Lama untuk menegaskan rencana Allah atas seluruh bangsa di dunia.

Paulus menaikkan doa dan harapan agar kehidupan jemaat Kristen di kota Roma dipenuhi dengan damai sejahtera (ayat 13). Doa dan harapan Paulus memperlihatkan harapan besar Paulus agar persekutuan jemaat hidup dalam kesatuan dan keharmonisan. Tidak ada lagi ego dan sikap menganggap diri lebih tinggi dibanding yang lain.

Kehidupan jemaat Kristen di kota Roma merupakan cermin kehidupan jemaat Kristen di masa sekarang. Sulitnya menerima kehadiran orang lain yang berbeda menjadi persoalan terbesar. Namun hal itu juga menjadi cerminan masyarakat yang juga memperlihatkan fenomena yang sama. Nasihat Paulus adalah belajar menerima orang lain dengan segala perbedaannya, seperti Kristus telah menerima manusia dengan segala keterbatasannya.

Refleksi
Sikap saling menerima dalam persekutuan memegang peranan penting dan menjadi salah satu kunci persekutuan tersebut mencapai kesatuan dan keharmonisan. Tanpa sikap terbuka untuk mau menerima sesama dalam persekutuan, maka kesatuan dan keharmonisan tidak akan pernah tercapai.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami untuk saling menerima keberadaan masing-masing dalam persekutuan. Jangan biarkan kami menjadi batu sandungan bagi saudara-saudara dalam persekutuan. Mampukan kami untuk saling mengasihi.

Tindakanku
Membangun komunikasi yang baik dalam persekutuan. Membangun hubungan baik dengan sesama di persekutuan. Menerima keberadaan saudara dalam persekutuan apapun kondisi dan keadaannya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«