suplemenGKI.com

Sabtu, 7 April 2012

06/04/2012

Yoh 19:38-42

Yesus Di Kuburkan

 

Yohanes mencatat bahwa ada murid-Nya yang memperhatikan jasad Yesus, ia memberanikan diri meminta kepada Pilatus untuk merempah-rempahi mayat Yesus, dan memasukkan mayat tersebut ke kubur yang berbentuk gua.

  1. Mengapa Yusuf dari Arimatea mau mengambil dan menguburkan mayat Yesus?
  2. Menurut saudara kira-kira bagaimana suasana hari itu?
  3. Menurut saudara mengapa bagian ini cukup penting untuk ditulis oleh Yohanes?
  4. Apa yang kita dapatkan dari perenungan diatas?

 

Renungan:

Setelah peristiwa penyaliban Yesus di bukit Golgota, situasi dan keadaan menjadi tenang. Dari suasana yang gegap gempita untuk membunuh/menyalibkan Yesus, menjadi suasana yang hening ketika kemarahan dan kebencian orang-orang Yahudi terhadap Yesus sudah terjawab di kayu salib. Orang-orang Yahudi seakan-akan puas dengan apa yang telah mereka lakukan terhadap Yesus. Kemarahan, kebencian, hujatan yang begitu besar menjadi reda kala mereka semua sudah menyaksikan bahwa Yesus sudah mati diatas kayu salib, seakan-akan mereka menyatakan kemenangannya atas Yesus.

Peristiwa penyaliban Yesus terjadi pada hari Jumat, dan esoknya hari Sabtu mereka akan mengadakan perayaan hari Sabat, maka tidak diperbolehkan ada jasad yang masih menggantung di hari tersebut.

Salah satu muridNya yang bernama Yusuf dari Arimatea mengambil inisiatif untuk menguburkan jasad Yesus, oleh sebab itu ia meminta ijin kepada Pilatus, dan Pilatus mengijinkan Yusuf untuk menurunkan mayat-Nya. Yusuf tahu bahwa apa yang ia lakukan sangat berisiko besar karena orang-orang Yahudi dapat marah kepadanya.

Sebelum memasukkan jasad Yesus ke kubur, mereka merempah-rempahi dan mengapaninya dengan kain lenan

Bagian ini sengaja di tulis oleh Yohanes dengan tujuan antara lain: untuk menunjukkan bahwa Yesus memang benar mati di atas kayu salib, untuk menunjukkan bahwa jasad Yesus di turunkan oleh Yusuf dan dimasukkan di kubur, untuk menyatakan bahwa peristiwa penurunan jasad Yesuspun diketahui oleh beberapa saksi antara lain Pilatus dan Nikodemus.

Banyak orang yang telah berbuat jahat/kejam terhadap Yesus, bahkan rela dan senang menyalibkan-Nya. Namun mereka semua tidak tahu bahwa Yesus mau menderita ini untuk mengampuni dosa-dosanya. Tuhan Yesus tidak pernah marah dengan apa yang telah dilakukan oleh mereka baik yang menganiaya, memaki, menolak dan yang menyalibkan-Nya, karena mereka melakukan semuanya ini di dalam ketidakmengertian. Bahkan Tuhan Yesus meminta kepada Bapa-Nya untuk mengampuni orang-orang yang telah berbuat jahat kepadaNya. Kasih Yesus tetap mengalir di dalam kesusahan dan kesedihan yang sangat dalam.

Bagaimana dengan kasih yang kita miliki? Bersediakah kita berkorban untuk orang lain? Berdoakah kita untuk orang-orang yang melukai hidup kita? Mari kita belajar untuk terus menyatakan kasih Allah yang hidup dalam kehidupan kita walaupun dalam kondisi yang susah atau sulit.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«