suplemenGKI.com

Kemuliaan Allah dalam Pengutusan-Nya

Lukas 9:28-36

Pengantar

Lukas 9:28-36 ini berada di bagian awal dari rangkaian perjalanan terakhir Yesus menuju Yerusalem. Sebelumnya di Lukas 9:22 sudah tercantum untuk pertama kalinya Yesus berbicara bahwa Dia akan mengalami berbagai penderitaan yang akan berpuncak pada kematian-Nya. Semua itu terjadi di Yerusalem.

Pemahaman

Ay. 28-36             : Jadi, apa sebenarnya yang sedang terjadi di sini? Apa maksudnya? Bagaimana perasaan Yesus ketika itu?

Sulit membayangkan bagaimana perasaan-Nya waktu itu. Mungkin Dia sedang merasa kesepian atau mungkin galau, karena Dia jelas menyadari bahwa pekerjaan-Nya akan berakhir, Ia akan mati. Pekerjaan-Nya melayani kebutuhan umat-Nya, baik jasmani, materi maupun mental-rohani telah membuat hampir semua orang mengagumi dan mengikuti-Nya, bahkan memuja-Nya.

Peristiwa di ayat-ayat ini terjadi di suatu bukit yang cukup tinggi dan rupanya terpencil, pada tengah malam, dalam rangka kegiatan rutin-Nya, berdoa. Nampaknya saat doa itu menjadi suatu bentuk persiapan bagi-Nya sebelum Dia harus menjalani “tugas-Nya” itu. Saat berdoa, Dia nampak cemerlang bersinar kemilau. Nampak pula dua utusan Allah dari masa lampau berbicara dengan-Nya, tentang apa yang akan Dia jalani (ayat 31). Mereka pun nampak bersinar begitu agung. Petrus dan dua temannya rupanya tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Mereka hanya terpana melihat dan menikmati peristiwa itu, walau tadinya mengantuk sekali. Waktu dua utusan itu akan pergi, Petrus buru-buru mengusulkan untuk membuat tiga kemah bagi 3 sosok istimewa itu, mungkin untuk mencegah berakhirnya suasana khusus itu. Namun mereka lalu mendengar suara Yang Mahakuasa mengenai sang Guru (9:35). Ini menjadi semacam penahbisan dan proklamasi dari Allah kepada umat-Nya, bahwa sang Guru adalah Anak Allah dan Allah telah memilih-Nya. Mereka harus mentaati Dia dalam menjalankan tugas-Nya.

Refleksi

Di sini kita dapat belajar bahwa harapan orang untuk mempertahankan dan menikmati sendiri kemilau atau keagungan jasmaniah tidaklah sesuai dengan Allah, karena misi-Nya adalah untuk menolong umat-Nya. Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan umat. Untuk itu sang Anak perlu hadir di tengah umat, bukan jauh dari mereka hanya karena tidak mau kehilangan keagungan fisik

Tekad

Lebih mengenali kebutuhan umat Tuhan dalam berbagai aspeknya, dan berusaha melayaninya tanpa takut kehilangan “kenyamanan hidup”.

Tindakan

Ikut kegiatan umat/masyarakat, bukan dengan tujuan mencari kenyamanan pribadi

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*