suplemenGKI.com

Sabtu, 6 Mei 2017

05/05/2017

Yang Hilang Kutemukan

Lukas 15:1-7

 

Pengantar
Kita semua pasti pernah kehilangan barang, dan kita semua pasti berusaha untuk menemukan barang yang hilang tersebut. Kalau barang yang hilang itu memiliki nilai yang besar bagi kita, maka kita akan berjuang terus menerus untuk menemukan barang tersebut. Namun kalau barang yang hilang itu tidak begitu penting bagi kita, maka kalaupun barang tersebut tidak dapat kita temukan, kita tidak merasa kehilangan yang dalam. Jadi usaha yang kita lakukan untuk menemukan barang yang hilang bergantung dari cara kita menilai barang tersebut, berharga atau tidak berharga. Bagaimana kalau yang hilang itu adalah manusia?

Pemahaman

Ay 1, Apa yang dilakukan oleh pemungut cukai dan orang-orang berdosa waktu Yesus datang?

Ay 2, Apa reaksi dari orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat terhadap sikap Yesus yang berkumpul dengan orang-orang berdosa?

Ay 3, Apa jawaban Yesus terhadap keberatan dari orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat?

Kehausan untuk medengarkan pengajaran-pengajaran yang benar, sangat dirasakan sekali oleh pemungut-pemungut cukai dan orang-orang yang dianggap berdosa. Mereka sangat merindukan untuk diajar dengan kebenaran bukan dihakimi sebagai orang yang berdosa. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sudah menggolongkan pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan yang berzinah sebagai orang-orang yang berdosa. Sebagai orang-orang berdosa, mereka layak untuk dijauhi oleh masyarakat, supaya masyarakat juga jangan jadi berdosa karena mereka.

Dengan konsep yang demikian, maka orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat merasa aneh ketika melihat bahwa Yesus berkumpul dengan pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Seharusnya Yesus menjauh dari kumpulan tersebut bukan sebaliknya berkumpul dan bahkan memberikan pengajaran-pengajaran bagi mereka.

Untuk menanggapi sikap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, Yesus memberikan perumpamaan tentang domba yang hilang. Yesus menceritakan kalau ada orang/gembala yang memiliki 100 ekor domba, dan kelihangan 1 ekor saja, maka orang/gembala tersebut pasti mencari untuk menemukan domba yang hilang tersebut. Berarti ia/gembala meninggalkan 99 ekor dan mencari 1 ekor yang hilang dan kalau ia/gembala tersebut sudah mendapatkan 1 ekor yang hilang tersebut maka ia/gembala akan bersukacita bersama-sama dengan sahabat-sahabatnya.

Yesus mengatakan demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat. Yesus ingin menegaskan kehadiran-Nya di dunia ini justru mencari orang-orang yang hilang agar dapat ditemukan kembali.

Refleksi
Ambil waktu sebentar dan renungkanlah: Pernahkah saya memikirkan orang-orang yang terhilang dari lingkungan saya? Pernahkah saya berusaha untuk mencarinya?

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah kami, kalau kami membiarkan orang-orang yang terhilang, dihadapan kami, bahkan kami tidak berusaha untuk menemukan mereka kembali, ampunilah kami.

Tindakanku
Saya mengambil waktu untuk menuliskan orang-orang yang terhilang, mulai mendoakannya dan mencari tahu dimana mereka berada. Dan saya mencoba untuk menemukan mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»