suplemenGKI.com

Sabtu, 6 Maret 2021

05/03/2021

ADA ANUGERAH PADA SALIB-NYA

1 Korintus 1:18-25

 

Pengantar
Pada abad ke-6 Sebelum Masehi sampai dengan abad ke-4 Setelah Masehi, salib adalah metode eksekusi yang diberikan pada budak maupun penjahat, yang mengakibatkan kematian dengan cara menyakitkan dan kejam. Ketika disalib, korban akan diikat atau dipaku di kayu salib dan dibiarkan tergantung di sana sampai mati. Kematian itu adalah proses yang sangat panjang dan membuat orang yang disalib sangat menderita. Bagi orang Kristen, salib merupakan perlambang kasih Allah bagi umat manusia. Oleh karena penebusan Kristus, maka semua orang yang beriman dan percaya segenap hati kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal. Kendati demikian, makna salib dipahami secara berbeda oleh orang Yahudi dan Yunani di Korintus. Mengapa hal itu bisa terjadi? Marilah kita memperhatikan dan merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 18-20    : Kondisi apakah yang melatarbelakangi Paulus untuk memberikan penjelasan tentang salib pada orang Yahudi dan Yunani?
  • Ayat 22-24    : Bagaimanakah sanggahan Paulus terhadap orang Yahudi dan Yunani tentang salib ?

Paulus menuliskan suratnya pada jemaat di Korintus yang sedang mengalami perpecahan. Selain karena perselisihan yang terjadi antar pengikut rasul lainnya, di Korintus juga sedang mengalami perpecahan yang diakibatkan oleh orang-orang dari golongan Yahudi dan Yunani (ayat 18-20). Golongan Yahudi adalah kaum terpelajar, cerdas, dan memiliki wawasan yang baik akan hukum Taurat. Mereka beranggapan bahwa Kristus bukanlah Mesias, karena Mesias seharusnya seorang Raja atau Pemimpin yang memiliki wibawa untuk melepaskan umat-Nya. Oleh karena itu, ketika Yesus hadir dan melakukan karya pelayanan-Nya, orang Yahudi menolak. Padahal, kehadiran Yesus merupakan janji penggenapan atas Mesias yang mereka nantikan. Sedangkan golongan Yunani merupakan orang-orang memiliki pikiran yang cukup maju. Pergumulan intelektual merupakan ciri khas golongan Yunani. Mereka beranggapan bahwa siapapun yang mengalami eksekusi salib, adalah seorang yang sangat pantas untuk dijatuhi hukuman mati oleh karena kejahatan yang diperbuatnya. Bagi mereka, percaya bahwa Kristus adalah Mesias merupakan suatu kebodohan. Golongan Yunani justru lebih mementingkan hikmat yang berasal dari pemikirannya sendiri.

Oleh karena itu, ketika Paulus mengetahui bahwa golongan Yahudi dan Yunani telah keliru dalam menilai tentang salib, maka Paulus memberikan sanggahannya. Paulus mengatakan dengan tegas bahwa pemberitaan salib Kristus bukanlah suatu kebodohan, melainkan sebuah kekuatan dan hikmat dari Allah (ayat 24-25). Untuk dapat mengenal dan memahami kasih karunia Kristus, orang Yahudi dan Yunani tidak dapat berpikir menurut hikmat mereka sendiri. Seberapa tinggi kemampuan atau kepandaian manusia, tidak dapat menjamin bahwa ia dapat mengenal Allah dengan baik, jika tanpa Roh Kudus sebagai penggeraknya.

Refleksi
Pernahkah saudara berhadapan langsung dengan orang-orang yang membenci kekristenan? Bagaimanakah sikap saudara ketika berjumpa dengan mereka? Apakah tetap berupaya menjalin relasi dengan baik, ataukah saudara terpancing emosi dengan sikap orang itu?

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk tetap kokoh akan keyakinanku pada-Mu. Tuntunlah agar aku senantiasa merasakan dan mengalami anugerah-Mu yang berlimpah atas hidupku.

Tindakanku

  • Aku akan berupaya untuk makin memantapkan langkah imanku kepada-Nya, dengan belajar untuk mengenal Allah melalui Firman-Nya dan dalam pengalaman hidup sehari-hari.
  • Hari ini aku akan berdoa bagi orang-orang yang menjauh dari Tuhan dan membenci kekristenan, agar mereka turut beroleh anugerah Allah.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«