suplemenGKI.com

Sabtu, 6 Juni 2015

05/06/2015

Iman Tangguh: Peduli Alam

Kejadian 1:26 – 2:15

Pengantar

Setiap tanggal 5 Juni, kita memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day (WED).Melalui Hari Lingkungan Hidup Sedunia kita diajak untuk turut mengingat peran dan tanggungjawab kita dalam merawat bumi. Bagaimana kata Alkitab mengenai hal ini?

Pemahaman

-  2:7      : Bagaimanakah hubungan antara manusia dengan alam semesta?

-  2:15    : Bagaimanakah kepemimpinan manusia terhadap alam?

Beberapa hal terkait dengan penciptaan manusia menyiratkan bagaimana hubungan antara manusia dengan alam semesta. Pertama, “bahan baku” manusia adalah debu tanah. “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah…” (Kej. 2:15). Nama manusia, yakni adam, juga menyiratkan hubungan tersebut. Di dalam bahasa Ibrani, nama adam memiliki akar kata yang sama dengan kata tanah, “adamah”. Kedua, manusia yang berasal dari tanah itu juga harus hidup dari tanah. Manusia harus mengusahakan tanah dari mana ia diambil (Kej. 3:23). Dan yang ketiga, manusia pada akhirnya juga akan kembali kepada tanah (Kej. 3:19; Maz. 90:3). Pada saat meninggal, jasad manusia akan kembali kepada tanah – di mana tubuh itu berasal, sedangkan rohnya akan kembali kepada Allah – yang telah menghembuskan nafas kehidupan kepada manusia itu. Dari sini kita melihat hubungan timbal balik manusia dengan alam. Apabila manusia tidak mempedulikan alam, maka pada akhirnya ketidakpedulian itu juga akan menghancurkan dirinya sendiri.

Hubungan manusia dengan alam juga dikarenakan adanya mandat yang diberikan Allah kepada manusia untuk mengusahakan dan memelihara (Kej. 2:15) serta menguasai dan menaklukkannya (Kej. 1:26-28). Ini bukanlah mandat untuk bertindak sewenang-wenang, melainkan mandat untuk mengelola. Sayangnya, di dalam keberdosaannya, manusia cenderung memakai mandat ini untuk mengeksploitasi alam. Tentu saja hal ini merupakan penyimpangan dari yang seharusnya. Apalagi mengingat bahwa kata mengelola di dalam bahasa Ibraninya memiliki akar kata yang sama dengan ibadah dan hamba. Jadi pada dasarnya pengelolaan alam di sini merupakan suatu pengabdian (ibadah) dari seorang hamba (abdullah), bukan tindakan eksploitatif dari seorang tuan atau penguasa. Dengan kata lain, penetapan manusia sebagai pemimpin yang mengelola alamhendaknya dipahami sebagai kesempatan untuk memimpin dengan penuh peng-abdi-an, atau kepemimpinan yang menghamba.

Refleksi

Untuk menjadi pengelola alam yang baik, tidak cukup hanya bertindak secara pasif, misalnya tidak terlibat dalam illegal logging, namun juga diperlukan tindakan aktif. Apa yang sudah kita lakukan untuk alam bagi kemuliaan-Nya?

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya untuk menjadi pengelola alam yang baik. Amin.

Tindakan

Selama seminggu ke depan, saya akan menanam tiga tanaman di halaman rumah saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«