suplemenGKI.com

Sabtu, 6 Juli 2019

05/07/2019

IMAN ATAU TANDA?

Galatia 6:11-18

 

PENGANTAR
Kekristenan sering dihubungkan dengan hal-hal yang lahiriah, seperti salib, lilin, buku Alkitab, atau hal-hal yang formal seremonial seperti sakramen baptisan dan sakramen perjamuan kudus.  Hal-hal itu memang penting sejauh berfungsi sebagai sarana dan bukan menjadi inti iman.  Bila hal-hal tersebut mendapatkan penekanan yang berlebihan maka bisa jadi iman terabaikan.  Bagaimana rasul Paulus memberi nasihat kepada jemaat di Galatia?  Mari kita renungkan! 

PEMAHAMAN

  • Apa yang terjadi antara orang bersunat dan tidak bersunat dalam jemaat Galatia? (ayat 11-12)
  • Apa nasihat mendasar yang disampaikan rasul Paulus? (ayat ayat 14-15)
  • Bagaimana kekristenan kita, apakah masih terfokus pada tanda lahiriah?  Mana yang lebih utama tanda lahiriah atau iman?

Bacaan hari ini adalah bagian akhir surat rasul Paulus kepada jemaat Galatia.  Di bagian akhir suratnya ini rasul Paulus berbicara dengan keras sebab telah terjadi pergeseran tanda-tanda kesalehan terhadap iman yang sejati kepada-Nya.  Rasul Paulus menyimpulkan bahwa orang-orang yang memaksa jemaat Galatia untuk disunat adalah orang-orang yang memegahkan hal-hal lahiriah sebagai tanda kesalehan.  Mereka memandang orang yang memiliki tanda sunat itu adalah orang-orang yang telah mendapat bagian dalam kasih Ilahi.  Pada hakikatnya orang sedemikian sebenarnya mengingkari iman Kristen sejati (ayat 12).  Dengan tegas rasul Paulus menyatakan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang boleh dikatakan munafik, yang menuntut orang lain menaati ajaran mereka sementara mereka sendiri menghindar semua beban berat itu (ayat 13; bdk  dengan teguran Tuhan Yesus dalam Mat. 23:4).

Rasul Paulus sendiri juga memiliki tanda-tanda lahiriah (ayat 17) sebagai pengikut dan rasul yang dipilih-Nya.  Tanda lahiriah itu ada karena kesetiaan rasul Paulus memikul salib untuk melayani Tuhan.   Dirinya tidak bermegah atas tanda-tanda lahiriah tersebut.  Bagi Paulus yang penting bukan tanda melainkan iman sejati yang ada di balik tanda itu.  Maka, rasul Paulus menasihati dengan keras bahwa bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang paling utama dalam hidup beriman (ayat 15).

Ketika kekristenan hanya berhenti melihat dan mengutamakan sebatas tanda lahiriah maka bisa jadi iman akan mandeg bahkan dalam bahaya mati.  Sebab, iman tidak lagi menjadi dasar hidup sebagai orang percaya.  Contohnya: sudah merasa aman ketika memasang asesoris salib di tembok rumah atau sebagai kalung, dll.  Sudah merasa tenang ketika Alkitab ada di samping tempat tidur walaupun jarang di baca.  Sudah merasa damai ketika setiap hari minggu masuk dan duduk di dalam gedung gereja untuk beribadah, walaupun tidak konsentrasi saat menaikkan pujian dan mengerti Firman-Nya.  Sudah merasa berkenan kepada-Nya karena sibuk dan memiliki peran yang besar dalam kegiatan gereja.  Akhirnya yang muncul adalah sejenis kemunafikan.  Dari luar kelihatan saleh, beriman tetapi di dalam imannya keropos.  Bagaimana mungkin kekristenan seperti itu beriman kepada-Nya?

REFLEKSI
Mari merenungkan: Iman sejati tidak mengutamakan tanda-tanda luar sebagai wujud kesalehan.  Tetapi, iman yang sejati akan terwujud dalam kesalehan.  Iman sejati selalu mengutamakan hati dalam perjumpaan dengan-Nya.

TEKADKU
TUHAN terimakasih untuk kebenaran Firman-Mu hari ini.  Tolonglah aku agar tidak terjebak pada tanda-tanda lahiriah yang aku miliki sebagai ukuran imanku kepada-Mu.  Tetapi selalu melihat hatiku, apakah aku sungguh beriman kepada-Mu.

TINDAKANKU
Aku tidak menilai imanku dan iman sesamaku berdasarkan tanda-tanda luar, supaya aku tidak terjebak pada kemunafikan.  Aku akan membangun iman sejati dalam perjumpaan dengan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«