suplemenGKI.com

Markus 1:1-8.

 

“Berilah Ruang Seluas-Luasnya Bagi Karya Kristus”

 

Pengantar:
            Injil Markus dibuka dengan tampilnya seorang Yohanes Pembaptis sebagai pembuka jalan bagi Yesus. Seperti yang dinubuatkan dalam Maleakhi 3:1 dan Yesaya 40:3, Yohanes dalam kesederhanaannya yang memakai jubah dari bulu unta, ikat pinggang kulit dan makanannya belalang dan madu hutan, sesuatu yang tidak lazim, karena yang lazim pada zaman itu adalah jubah dari bulu domba, ikat pinggang kain ungu dan makanan roti dan anggur. Pernyataan itu sangat mengesankan kesederhanaan hidup. Tetapi dalam kesederhanaannya Yohanes telah memberi dirinya sebagai alat untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus mempersiapkan umat untuk menyambut kedatangan Sang Mesias.

Pemahaman:

1)      Apakah kesan saudara ketika membaca Markus 1:4-5?

2)      Mengapa Yohanes tampi seperti yang dijelaskan di ayat 6-8?
Ketika Yohanes berseru-seru di padang gurun dengan perkataan “persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” dilanjutkan dnegan seruan berikutnya “ Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” Banyak orang yang datang dan menyambut seruan Yohanes itu. Mereka datang dari seluruh daerah di Yudea dan semua penduduk Yerusalem untuk mengaku dosa dan menerima baptisan pertobatan dari Yohanes. Itu adalah sebuah kharisma yang luar biasa dalam diri Yohanes. Hal itu terkait dengan  panggilannya yang memang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Namun tanggapan atau yang luar biasa itu tidak menjadikan Yohanes tersanjung dan berbangga diri. Yohanes tetap menyadari perannya hanyalah sebagai alat untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias. Bahkan ia menyampaikan bahwa Mesias yang akan datang itu jauh lebih besar dan berkuasa dari pada dirinya, sehingga dia mengungkapkan sebuah kalimat yang luar biasa “sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak” Istilah membungkuk dan membuka tali kasut pada konteks itu bisa dipastikan bahwa dia adalah seorang budak atau hamba yang menyambut tuannya dari bepergian. Sebuah pernyataan yang bermakna memberi ruang seluas-luasnya bagi Mesias yang akan datang setelah dirinya. Itulah sebuah kerendahan hati yang sejati.

Refleksi:
Mungkin saudara banyak mendengar tentang para pengkhotbah, penginjil atau hamba-hamba Tuhan yang hebat di zaman sekarang. Tidak jarang mereka yang merasa hebat, pintar dan berkharisma itu justru tidak menjadi alat mempersiapkan umat untuk menyambut Kristus tetapi mencoba menjadi kristus. Ketika hal itu yang terjadi maka ia telah menutup semua ruang hidupnya bagi Kristus. Bagaimana dengan kita?

Tekad:
Ya Tuhan, ampuni jika saya sebagai umat Tuhan, pelayan Tuhan justru malah menjadi penutup ruang bagi umat untuk datang kepada-Mu.

Tindakkan:
Belajar memberi ruang seluas-luasnya bagi Kristus melalui pelayanan dan kesaksian hidup yang memuliakan Tuhan, bukan untuk membanggakan diri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«