suplemenGKI.com

2 Petrus 3:8-15.

 

Persiapkan Diri Untuk Menyambut Kedatangan Tuhan

 

Pengantar:
Joel Osteen, dalam bukunya Become A Better You, mengatakan bahwa dalam perjalanan mengiring Tuhan ada kalanya kita berhadapan dengan banyak tekanan, permasalahan dan pergumulan hidup. Segala sesuatu mungkin tidak sesuai dengan pikiran dan keinginan kita. Hal demikian  bisa membuat kita hilang antusiasme, merintih sepanjang hari dan kemudian bosan menjalani hidup.Satu saran yang diberikan oleh Joel dalam bukunya yaitu “Tetaplah menyanyikan nyanyian anda” Menyanyi yang dimaksudkan adalah menyanyi – memuji Tuhan, karena memuji Tuhan salah satu cara untuk menjaga dan mempersiapkan hidup agar tetap penuh sukacita di dalam Tuhan, sehingga kita sanggup mengalahkan segala tekanan, permasalahan dan rasa kehilangan antusiasme dalam hidup.

 

Pemahaman:

  1. Apa yang melatar belakangi Rasul Petrus mengatakan 1 hari sama dengan 1000 th (8)?
  2. Apa yang menjadi makna dari pernyataan di ayat 9-10 dalam konteks hari Tuhan?
  3. Apa yang harus kita perbuat selama menanti tibanya hari Tuhan? (11-15)

 

Surat II Petrus ini mengingatkan kita pada janji kedatangan Tuhan Yesus dalam kerangka eskhatologis yang dinamakan dengan Parousia (Yun) Kapankah kedatangan Tuhan itu? Konsep waktu Tuhan dengan manusia berbeda, karena itu kemudian ada kelompok (v. 4) yang mulai meragukan bahkan mengejek terkait dengan belum datangnya Tuhan Yesus. Pada v. 8 dikatakan bahwa seribu tahun sama dengan 1 hari atau 1 hari sama dengan 1000 tahun di mata Tuhan (Mzm 90:4). Karena mengenai waktu kapan kedatangan Tuhan itu adalah merupakan otoritas ataupun kuasa Allah maka kita tidak perlu bingung.

Hal penting bagi kita adalah menanti dengan sabar dan tekun, walaupun banyak orang berfikir dan beranggapan bahwa Tuhan itu lupa atau lambat memenuhi janjinya. Tuhan itu mempunyai rencana supaya setiap orang selamat. Manusia diberi kesempatan mengevaluasi dirinya kemudian bertobat. Kedatangan Tuhan digambarkan seperti pencuri, kita tidak tahu kapan waktunya, hanya Tuhan sendiri yang tahu.

Bagaimana sikap kita dalam masa menanti kedatangan Tuhan? Rasul Petrus mengatakan, ”Kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNya dalam perdamaian dengan Dia” (v. 14) Pada masa-masa penantian, kita dituntut sabar, setia dan tekun dalam Tuhan. Menanti kedatangan Tuhan berarti hidup berinisiatif dan berubah secara dinamis menjalani kehidupan yang lebih baik dan memuliakan Tuhan.

 

Refleksi:
Masa menanti kedatangan Tuhan adalah kemurahan Tuhan yang harus disambut dengan kerendahan hati untuk berubah, agar ketika Dia datang kita didapati tak bercela.

 

Tekad:
Tuhan, kesempatanku untuk menanti kedatanganMu sudah tidak lama lagi. Tuntunlah aku untuk mempersiapkan diri dengan benar sehingga Engkau mendapati aku tak bercacat di hari kedatanganMu kelak.

 

Tindakan:
Aku mau lebih giat dan tekun lagi memuji, melayani dan mengasihi Tuhan dan sesama di masa-masa penantian ini, karena Engkau pasti akan datang mendapatkan aku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*