suplemenGKI.com

SABTU, 6 APRIL 2013

05/04/2013

YOHANES 20:24-29

“IMAN DAN RASIO”

 

PENGANTAR
Banyak orang yang berkata “sebelum aku melihat dengan mata kepalaku, aku tidak akan percaya”. Ungkapan tersebut tentu mengingatkan kita akan sosok Tomas, salah seorang murid Yesus yang mendapat kesempatan berharga bertemu dengan Yesus setelah kebangkitanNya.

 PEMAHAMAN 
Ayat 24-25 : Mengapa Tomas memberikan respon yang demikian saat mendengar kabar tersebut?

Ayat 26-27: Apa yang terjadi pada Tomas ketika akhirnya Yesus mendatanginya?

Ayat 28-29: Perubahan apa yang kemudian terjadi dengan diri Tomas setelah perjumpaan dengan Yesus?  

Tomas, salah seorang murid Yesus menjadi terkenal, mulanya adalah karena reaksinya yang boleh dikatakan cukup mengejutkan, ketika mendengar kesaksian teman-temannya bahwa Yesus bangkit dan menjumpai mereka.  Tomas berkata “sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan tanganku ke dalam lumbungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Keraguan itu nampak begitu jelas, bahkan mungkin bukan ragu tetapi tidak percaya.

Dalam ketidakpercayaannya, akhirnya Yesus datang menjumpaiNya. Meski Yesus secara fisik tidak ada dalam ruangan tempat Tomas mengungkapkan ketidakpercayaannya, namun Yesus tentu mengetahui apa yang Tomas katakan, bahkan pikirkan. Karena itu Yesus menantang Tomas untuk melakukan apa yang diinginkannya.

Yesus hadir membuktikan kepada Tomas dan murid yang lain bahwa kebangkitanNya adalah suatu kebenaran. Dan karena itulah kita diajak untuk percaya pada kuasa kebangkitanNya. Kehadiran Yesus menyingkirkan segala keraguan orang percaya dan menanamkan iman yang kuat bagi semua orang percaya di segala masa, abad dan tempat ketika Ia berkata “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”.

Biarlah iman yang kita miliki sebagai orang-orang percaya masa kini adalah iman yang tumbuh dari percaya, meski tidak melihat kasat mata. Keraguan yang sering kita alami telah diruntuhkan oleh Yesus melalui kebangkitanNya. Paulus berkata “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat (2 Kor 5:7).” 

REFLEKSI
Dalam peristiwa apa saya mulai meragukan Tuhan dalam hidup ini?  Bukankah meski kita melihatnya secara fisik, namun jika kita membuka ‘mata’ rohani dan jasmani kita, kuasa dan kehadiranNya sungguh nyata dalam hidup kita? 

TEKADKU
Ya, Tuhan, sekalipun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, biarlah dengan pertolongan Tuhan itu semua tidak akan menggoncang imanku kepadaMu. Hidupku adalah karena percaya kepadaMu seutuhnya. Amin.

TINDAKANKU
Mengucap syukur dalam segala hal sebagai bukti bahwa aku mengimani Ia hadir dan bekerja dalam segala sesuatu di kehidupanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«