suplemenGKI.com

HATI DAN HARTA ( H2 )

Bacaan : Lukas 12 : 31 – 34

 

PENGANTAR
Pandangan dunia tentang harta berbeda dengan pandangan Kristen. Pandangan dunia mengatakan bahwa harta merupakan sesuatu yang diperoleh karena usaha sendiri/kerja keras, karena nasib baik, atau karena kemujuran. Harta adalah untuk dipakai dan demi kepuasan diri-sendiri dan harta menjadi tujuan akhir. Sedangkan pandangan Kristen tentang harta adalah bahwa harta yang kita miliki adalah berkat dari Tuhan agar dapat digunakan dengan cara yang bertanggungjawab demi kemuliaan Allah. Harta bukanlah sesuatu yang atasnya kita mempunyai kekuasaan penuh tetapi merupakan penatalayanan atas kekayaan Allah.

PEMAHAMAN

  1. Mengapa kita harus mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu dari pada harta ? ( ayat 31 – 32 )
  2. Bagaimana sikap kita terhadap harta ? ( ayat 33 )
  3. Apa bahaya dari cinta akan harta ? ( ayat 34 )

Masalah kekuatiran bukan saja  menjadi masalah para pengikut Kristus pada jaman dahulu tetapi juga menjadi masalah umat percaya sekarang. Pada jaman sekarang juga banyak orang kuatir akan hidupnya karena tidak banyak memiliki harta atau uang sehingga hal itu menjadi penghalang bagi pertumbuhan rohaninya. Dalam konteks seperti itulah maka Tuhan Yesus mengingatkan supaya umat percaya jangan kuatir terhadap hal-hal yang bersifat materi tetapi umat percaya diajak untuk mencari Kerajaan Allah. Karena Allah adalah sumber berkat itu sendiri. Dengan mencari Allah sang sumber berkat maka umat percaya dapat merasakan pemeliharaan Tuhan dan dapat menyadari bahwa berkat itu adalah pemberian Tuhan. Dengan mengingat bahwa harta/berkat itu adalah pemberian Tuhan umat percaya diajar supaya dapat berbagi berkat kepada orang lain yang kurang beruntung dengan memberi sedekah ( ayat 33 ). Memberi sedekah merupakan bagian dari kehidupan umat percaya, supaya kita tidak egois tetapi kita dapat menyalurkan berkat Tuhan kepada orang lain yang kurang beruntung. Dengan berbagi kepada orang lain sesungguhnya kita menginvestasikan harta kita di sorga.

Banyak orang yang menjadikan harta/uang menjadi pusat dan fokus hidupnya sehingga harta/uang menjadi berhala. Harta /uang dilihat secara idealistis, karena dengan banyak harta/uang dapat merasa diri berkuasa. Bahkan harta/uang dapat mengganggu pikiran. Mereka yang mempunyai banyak harta selalu ingin mempunyai lebih banyak lagi. bahkan harta/uang dapat mengubah prioritas utama kita sehingga Tuhan Yesus berkata “dimana hartamu berada disitu juga hatimu berada”. Kita harus belajar mengucap syukur atas berkat Tuhan yang Tuhan berikan kepada kita. Jika kita mengasihi Tuhan dan mempercayakan diri kepada Dia untuk memelihara kita maka kita akan senantiasa hidup dengan tentram didalam kasih dan pemeliharaan-NYA. Amin.

REFLEKSI
Ambillah waktu teduh sejenak untuk merenungkan : bagaimana sikap saudara tentang harta ?apakah harta menjadi tujuan hidup saudara ? apakah saudara pernah kuatir ? bagaimana saudara menggunakan harta yang Tuhan berikan kepada saudara ?

TEKADKU
Ya Tuhan ampunilah saya ketika saya menjadikan harta sebagai tujuan hidup saya sedangkan Kerajaan Allah saya abaikan.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya harus belajar berbagi/memberi sedekah kepada orang yang membutuhkan.


Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*