suplemenGKI.com

Roma 13:8-14                                    

TUNJUKKAN IMAN YANG BENAR !

 

Pengantar
Seringkali kita mendengar  pandangan-pandangan keliru tentang hukum Taurat. Tidak sedikit orang yang berpandangan bahwa Taurat sudah tidak lagi relevan. Kedatangan Yesus Kristus telah menggantikan hukum Taurat. Dengan adanya Perjanjian Baru makan Perjanjian Lama tidak lagi punya nilai. Pandangan-pandangan itu tentu jauh dari benar. Bacaan hari ini akan memperlihatkan kepada umat bahwa hukum Taurat tetap relevan bagi umat dimasa sekarang. Oleh karena bukan apa yang tampak yang penting, namun apa yang terkandung didalamnya menjadi sangat penting sebab ada pesan yang hendak disampaikan.

Pemahaman
Ayat 8-10             Bagaimanakah pandangan Paulus terhadap Taurat, khususnya 10 hukum Taurat ?
Ayat 11-14           Nasihat Paulus bagi jemaat Kristen di kota Roma ?

Kota Roma merupakan salah satu kota penting dalam Perjanjian Baru. Letak kota ini sangat strategis. Bisa dikatakan bahwa kota Roma merupakan kota metropolitan. Kota tempat perjumpaan berbagai budaya, ilmu pengetahuan dan juga agama. Sehingga diperhadapkan pada tantangan eksternal yang cukup besar yaitu keberadaan budaya, ilmu pengetahuan dan agama-agama lain yang masih menyembah baal.

Selain masalah eksternal muncul juga masalah internal dalam jemaat. Persoalan yang dibahas oleh Paulus dalam surat kepada jemaat Kristen di kota Roma memperlihatkan adanya perdebatan tentang  hukum Taurat dan iman Kristen. Tampaknya perdebatan terjadi antara jemaat Kristen Yahudi yang masih taat pada hukum Taurat dengan jemaat Kristen Yunani. Jemaat Kristen Yahudi yang masih berpegang pada Taurat berpandangan bahwa kepercayaan kepada Kristus harus dinyatakan juga  dengan ketaatan pada hukum Taurat. Hal ini menimbulkan konflik karena jemaat Kristen Yunani menolak pandangan tersebut.

Kegelisahan yang terjadi ditengah jemaat Kristen di kota Roma didengar oleh Paulus dan mendorongnya untuk segera mengirimkan surat yang berisi berbagai nasihat dan ajaran tentang hukum Taurat kaitannya dengan  iman Kristen.

Paulus sama sekali tidak menolak hukum Taurat. Paulus justru memperlihatkan kepada jemaat Kristen di kota Roma bahwa hukum Taurat tidak bisa dilihat secara harafiah. Butir demi butir dari hukumTaurat harus dilihat dengan benar. Bahwa sesungguhnya hukum Taurat mendorong setiap orang untuk hidup dalam kasih satu dengan yang lain (ayat 8-10). Itulah sebabnya Paulus mengingatkan jemaat Kristen di kota Roma agar memiliki pemahaman yang benar atas hukum Taurat. Lebih lanjut Paulus mengingatkan agar jemaat Kristen di kota Roma tidak terus berada dalam situasi konflik. Jemaat Kristen harus mulai menata kehidupannya dengan baik sebagai orang Kristen. Tantangan hidup dikota Roma tidak mudah. Godaan-godaan cukup kuat. Itulah sebabnya Paulus mengingatkan agar jemaat Kristen hidup didalam iman kepada Kristus. Jangan sampai jatuh dalam kegelapan dan godaan disekitar mereka.

Hidup dikota besar memang tidak mudah. Sebagai orang Kristen tantangan terbesar adalah berhadapan dengan tawaran-tawaran dunia yang sangat menggiurkan yang dapat menjerumuskan setiap orang dalam kejahatan. Oleh karena itu nasihat Paulus agar mengenakan Kristus sebagai perlengkapan iman tentu menjadi nasihat yang relevan bagi umat di masa sekarang. Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan umat didorong untuk memperlihatkan imannya ditengah-tengah situasi yang dipenuhi kegelapan. Iman yang konkrit itu harus dinyatakan dengan kasih yang benar. Kasih yang tidak mengharapkan balasan. Kasih yang yang tidak berbuat jahat.

Refleksi
Hidup dikota besar dimana individualisme sangat kuat dan egoisme sangat besar tentu tidak mudah. Umat Kristen dikehendaki agar dapat mempraktekkan kasih yang nyata ditengah situasi dan kondisi yang demikian. Kasih yang nyata merupakan perwujudan iman Kristen. Penerapan hidup dalam kasih bisa dilakukan mulai dengan orang-orang disekitar. Khususnya dalam situasi dan kondisi pandemi saat ini.

Tekad
Ya Allah, mampukan kami sekeluarga hidup dalam kasih, tidak hanya bicara kasih tetapi melakukannya. Mampukan kami sekeluarga memperlihatkan kasih kepada suami, anak-anak, orangtua, menantu, cucu dan semua sesama kami

Tindakan
Membangun sikap saling memperhatikan dalam keluarga. Tidak berkata-kata kasar dan tidak sopan. Saling terbuka dan menghormati pendapat anggota keluarga lain. Selalu memperhatikan sesama dalam persekutuan. Membangun hubungan saling menghormati dengan tetangga

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*