suplemenGKI.com

Sabtu, 5 Mei 2018

04/05/2018

SALING MENGASIHI DI DALAM KRISTUS

Yohanes 15:9-12, 17

 

Pengantar
Menjadi seorang yang tidak dikasihi adalah hal yang tak mudah. Sebagai contoh: dalam sebuah kelas ada begitu banyak perbedaan latar belakang sosial, budaya, agama, karakter, dsb. Bahkan dari berbagai macam perbedaan tersebut terkadang dapat kita jumpai para murid yang membentuk kelompok-kelompok tersendiri. Suatu ketika datanglah murid baru dengan penampilannya yang dianggap jadul oleh teman sekelasnya.  Banyak yang tidak menyukai keberadaan murid baru tersebut. Akhirnya ia merasa minder dan mengalami penolakan oleh teman-teman sekelasnya. Saudara, teori mengasihi mudah untuk diingat-ingat. Kenyataannya susah dilakukan dalam praktek kehidupan sehari-hari. Orang akan lebih mudah mengasihi teman yang dikenalnya, tetapi susah mengasihi orang lain yang tidak ia suka. Hari ini kita akan merenungkan perintah Yesus kepada murid-murid-Nya, yaitu saling mengasihi.

Pemahaman

  • Ayat 9             : Yesus mengatakan kepada para murid-murid-Nya bahwa Ia mengasihi murid-murid-Nya. Apa yang diharapkan Yesus melalui pernyataan tersebut?
  • Ayat 10, 12,17: Apa yang Yesus perintahkan kepada para murid-Nya?

Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu” merupakan pernyataan yang Yesus sampaikan kepada para murid-Nya (ayat 9). Dia menunjukkan bahwa Dia setia mengasihi Bapa-Nya dengan cara terus melangkah maju dan menjalankan tugas-Nya, dan karena itulah Bapa terus mengasihi Dia. Yesus berharap ketika Ia mengasihi para murid-Nya, maka mereka pun tinggal di dalam kasih-Nya. Sehingga barangsiapa yang tinggal di dalam kasih-Nya, maka ia telah menuruti perintah Kristus (ayat 10). Sebagaimana Yesus telah mengasihi murid-murid-Nya, maka Ia meminta mereka untuk saling mengasihi satu dengan yang lain (ayat 10,12,17). Tetapi dalam kenyataannya praktek “kasih” tidak seindah teorinya. Hal ini menjadikan sulit, karena mempraktekkan kasih pada semua orang berarti melawan kebiasaan manusia berdosa yang menjadikan ego sebagai suatu sarana mengaktualisasikan diri. Kondisi yang beragam di antara sesama murid Kristus itulah harus dihadapi dengan kesiapan dan kesigapan untuk mengasihi sebagai sesama murid. Selain itu, kasih juga tak dapat lepas dari sukacita. Hanya orang-orang yang memiliki sukacita penuh di dalam Kristus,  tidak ada batasan untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Ketika seseorang mengasihi satu dengan yang lain, itu artinya ia telah melakukan kehendak Allah di dalam hidupnya.

Refleksi
Berdirilah sejenak, pandanglah ke luar. Renungkanlah: bagaimanakah kasih kita selama ini terhadap orang-orang di sekitar kita? Apakah kita sudah mengasihi semua orang tanpa batas atau mengasihi orang-orang yang kita kenal saja? Mengapa kita sulit mengasihi orang-orang yang berbeda dengan kita? Ingatlah kasih Kristus dalam hidup saudara. Kristus mau menerima kita apa adanya. Hendaklah kita mengasihi sesama sebagaimana kasih dan sukacita Kristus tinggal bersama kita.

Tekadku
Tuhan, aku mau mengasihi sesamaku tanpa batas sebagaimana Engkau mengasihiku dengan segala kekuranganku.

Tindakanku
Aku akan membagikan kisah inspirasi atau kata-kata motivasi dalam bentuk pesan singkat, sebagai langkah awal belajar mengasihi dengan tulus orang-orang yang selama ini tidak aku sukai.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»