suplemenGKI.com

Sabtu, 5 Mei 2012

04/05/2012

Yohanes 15:1-11

 

YESUS POKOK ANGGUR YANG BENAR

Dalam perikop ini Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan yang sederhana dan dapat dimengerti dalam budaya masyarakat Israel saat itu.  Yaitu melalui pokok anggur.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Dalam perumpamaan ini Tuhan menyebut Diri-Nya dengan sebutan ‘Aku atau Akulah’.  Menurut saudara apakah maksud pernyataan-Nya itu? (ayat 1-7)
  2. Apakah kaitan pokok anggur dengan kehidupan umat Tuhan?
  3. Ketika kita membaca perikop ini siapakah Tuhan dalam hidup ini dan siapakah kita di hadapan Tuhan?

 

RENUNGAN

Pohon anggur sangat banyak terdapat di daerah Palestina yang tentu saja sangat dikenal oleh masyarakat Israel.  Oleh sebab itu Tuhan Yesus menggunakan pohon anggur dalam pengajaran-Nya agar pendengar-Nya dapat mengerti dan memahami maksud-Nya.  Perlu kita ketahui bahwa dalam perumpamaan ini, ada dua hal penting yang berkaitan dengan sudut pandang Perjanjian Lama.  Pertama, sekali lagi Tuhan menyebut diri-Nya dengan ‘Aku atau Akulah’.  Hal itu merupakan suatu ungkapan yang menegaskan ke-Allah-an-Nya yang disebutkan ketika berbicara dengan umat-Nya Israel yang merupakan kata-kata Yahwe sendiri tentang diri-Nya.  Kedua, Yesus menyebut diri-Nya sebagai Pokok Anggur yang benar.  Dalam Perjanjian Lama, Israel disebut sebagai kebun anggur Allah dan juga pokok anggur milik Allah (bdk. Yes. 5:1-7,10).  Tetapi, Israel gagal menjadi pohon anggur yang mengeluarkan buah yang baik sehingga Allah membuangnya (Yer. 2:21).  Kini Dia menyebut diri-Nyalah Pokok Anggur yang benar.  Semua kini digenapi sempurna di dalam kehidupan, ketaatan, dan hubungan akrab Yesus dengan Allah.  Jadi, semua pengikut-Nya di dalam Dia dan bersama Dia adalah Israel baru. 

Dengan demikian umat yang baru telah Tuhan ciptakan, dan kini adalah panggilan Allah untuk mereka agar berbuah lebat.  Inilah yang Yesus kehendaki, yaitu para murid tinggal di dalam Yesus (ayat 4,5,6,7) sebagaimana Dia di dalam para murid (ayat 4); firman-Nya tinggal di dalam para murid (ayat 7).  Lebih lanjut Dia juga menegaskan bahwa para murid tinggal di dalam kasih-Nya (ayat 9,10), sebagaimana Dia tinggal di dalam kasih Bapa (ayat 10); dan, sukacita-Nya tinggal di dalam para murid (ayat 11).  Maka para murid termasuk kita sebagai orang percaya seharusnya dapat berbuah banyak dan sedia menunjukkan bahwa kita adalah benar murid-murid Yesus (ayat 8). 

Selain nasihat yang Yesus sampaikan tersebut, bagian ini juga mengandung peringatan bagi murid-murid-Nya.  Yaitu seperti halnya Bapa yang menanamkan carang pada pokok anggur itu dan yang membersihkannya agar berbuah lebat, Bapa juga yang akan mengerat dan membuang carang yang tidak berbuah.  Buah di sini bisa diartikan sebagai buah moral, kasih dan pelayanan yang melaluinya terungkap adanya kesatuan hidup kita dengan Yesus.  Ketika Tuhan Yesus mengatakan janji “mintalah apa yang kamu kehendaki” (ayat 14:13-14; 15:7,16) harus dimengerti dalam pengertian bahwa janji itu ditawarkan kepada para murid yang tinggal di dalam Sang Pokok Anggur demi menghasilkan buah bagi sesama bukan hanya bagi diri sendiri.  Bagaimana dengan hidup kita?  Apakah kita sudah menjadi ranting dari pokok anggur yang berbuah lebat bagi sesama?  Ataukah kita masih menjadi ranting dari pokok anggur yang hanya menggemukkan ranting kita sendiri tanpa berbuah lebat?  Mari merenungkannya dan mari mengambil tekad untuk berbuah! 

Semakin kita diam dalam Kristus seharusnya semakin orientasi hidup kita adalah bagi Allah dan sesama, bukan untuk diri sendiri

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»