suplemenGKI.com

Sabtu, 5 Maret 2016

04/03/2016

PENDAMAI UNTUK YANG TAK BERDAMAI

2 Korintus 5:18

Pengantar
Bagaimana rasanya jika kita dijadikan sebuah kambing hitam atas sebuah kejadian/persoalan yang sebetulnya kita tidak pernah tahu, atau bahkan tidak ada sangkut-pautnya dengan kehidupan kita? Tentu kita akan sangat marah, bahkan juga kecewa. Kita pasti merasa bahwa ini tidak benar, ada sesuatu yang salah, dan ada ketidakadilan di situ. Tetapi, berita menakjubkannya adalah bahwa Kristus, yang sesungguhnya tak berdosa, menjadi “kambing hitam” (baca: korban tak bersalah yang dikorbankan demi keselamatan dan kebaikan orang banyak) dari keberdosaan manusia kepada Allah !

Pemahaman

  • Ayat 18 : Bagaimana besar dan luasnya kasih Allah pada kita hingga Ia merelakan putera-Nya menjadi “kambing hitam” demi pendamaian antara manusia dengan Allah !

Cinta dan kasih Allah begitu besar kepada dunia ini, bahkan karena begitu besarnya cinta Allah pada dunia ini (lih. Yoh.3:16) Ia rela merendahkan dan mengosongkan diri-Nya untuk menjadi sama dan setara dengan ciptaan-Nya (lih. Fil.2:1-11). Lebih daripada itu, bahkan melalui jalan penderitaan, Allah sudah merendahkan diri-Nya sebagai seorang manusia yang dengan sukarela dan rendah hati memberikan diri-Nya untuk menjadi korban yang mendamaikan manusia dengan Allah. Manusia dijadikan sahabat karib yang intim dan sangat dekat.

Apa yang Allah lakukan ini nampaknya amat sangat di luar logika berpikir manusia. “Ngapain sih Allah repot-repot memberikan diri-Nya demi ciptaan-Nya yang berdosa dan melawan Allah?” Hal ini karena Allah sangat mencintai ciptaanNya. Bagi Allah, ciptaanNya amat berharga, oleh sebab itu Ia rela menebus dan menyelamatkan manusia melalui jalan sengsara. Lalu bagaimana seharusnya respon kita? Bagaimana pengorbanan Kristus itu mewarnai kehidupan kita, dalam seluruh aspek yang ada dalam kehidupan kita?

Tak ada cara yang lebih tepat daripada bersyukur dan berterima kasih. Bersyukur dan berterima kasih itu tidak cukup diungkapkan melalui kata-kata. Ungkapan syukur itu juga mesti diwujudnyatakan melalui seluruh tindakan, pikiran, perkataan, dan pelayanan kita kepada Allah. Wujudkanlah sikap perdamaian dengan Allah itu dengan pola hidup yang mencintai kedamaian dan menghasilkan buah-buah kedamaian. Itulah cara yang paling tepat dalam merespon berita pengorbanan Allah kepada kita. Selamat merayakan dan mensyukuri pengorbanan Tuhan dalam sikap hidup yang benar !

Refleksi
Dalam keheningan, ambillah waktu untuk merefleksikan kehidupan kita selama beberapa hari ini. Cobalah untuk mengingat setiap bagian kehidupan kita, apakah ada sikap/tindakan kita yang telah melukai hati Allah? Berdoalah memohon pengampunan Tuhan, dan buatlah komitmen untuk segera mungkin mengakhiri perbuatan dosa tersebut.

Tekadku
Ampunilah aku ya Allah, buatlah aku membenci akan segala dosa dan pelanggaran yang telah kulakukan. Ajarilah aku untuk mencintai kedamaian, sehingga kehidupanku ini adalah kehidupan yang menghasilkan buah-buah kebenaran dan kedamaian.

Tindakanku
Aku akan berusaha menjauhi perbuatan dosa yang melukai hati Allah. Aku akan berjuang hidup lurus dalam tuntunan Tuhan. Akupun akan mensyukuri pengurbanan-Nya dalam sikap dan pola hidup yang benar dan kudus di hadapan Allah. Aku akan mengekpresikan rasa syukur atas pendamaian yang Tuhan kerjakan dengan menyanyi Refrein NKB 19:

Kasih kudus, kasih kudus! Yang t’lah mengangkatku: Kasih kudus!
Kasih kudus, kasih kudus! Yang t’lah mengangkatku: Kasih kudus!

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«