suplemenGKI.com

Sabtu, 5 Juni 2021

04/06/2021

Markus 3:22-30

MENGAKUI KUASANYA

 

PENGANTAR
Tidak semua orang yang melihat atau mengalami mukjizat secara otomatis mengakui kuasa Tuhan yang bekerja di dalamnya. Hal ini bisa terjadi karena kebanyakan orang meminta mukjizat hanya demi kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak peduli terhadap “pesan” yang hendak disampaikan Tuhan melalui peristiwa tersebut. Mungkin kita tidak sampai bersikap ekstrim seperti para ahli Taurat yang menuduh Yesus menggunakan kuasa Iblis. Namun, sikap kita tidak terlalu jauh berbeda dari mereka jika kita mengabaikan dan tidak mengakui kuasa Tuhan yang hadir dalam berbagai peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan kita, termasuk peristiwa-peristiwa yang nampak sepele atau biasa saja.

PEMAHAMAN

  • Ay. 22-27. Tuduhan apa yang disampaikan para ahli Taurat kepada Yesus? Mengapa mereka menuduh demikian? Bagaimana Yesus menanggapi tuduhan tersebut?
  • Ay. 28-30. Kabar baik apakah yang ditegaskan oleh Yesus di ayat 28? Mengapa Yesus membuat perkecualian terhadap mereka yang “menghujat Roh Kudus” (ay. 29)? Kepada siapakah kalimat di ayat 29 itu ditujukan? (Lihat ay. 30)

Para ahli Taurat mengakui bahwa Yesus melakukan mukjizat yang tidak biasa dan bahwa dia melakukannya dengan kekuatan supernatural. Namun, alih-alih mengakui kuasa Allah, mereka menganggapnya sebagai kekuatan iblis. Mereka menyatakan bahwa Yesus kerasukan Beelzebul (Luk. 11:15, pemimpin/ penghulu setan). Yesus menjawab dengan menunjukkan tuduhan itu tidak masuk akal. Tidak mungkin Iblis akan melawan dirinya atau kelompoknya sendiri (ay. 23). Yesus memperkuat argumentasinya dengan perumpamaan mengenai kerajaan atau keluarga yang terpecah dan hancur (ay. 24-26). Sebaliknya, Yesus menjelaskan bahwa yang terjadi adalah pengikatan orang yang kuat dengan yang lebih kuat (ay. 27). “Orang kuat” adalah Iblis, dan yang lebih kuat adalah Yesus. Yesus akan mengikat Iblis dan membebaskan orang-orang yang dikuasainya.

Perihal “menghujat Roh Kudus” di ayat 29 memang sering menimbulkan kesulitan dan perdebatan. Namun, kesulitan dan perdebatan itu tidak boleh memudarkan kabar baik yang disampaikan di ayat 28: Tuhan mengampuni semua orang berdosa, apa pun dosanya. Pengecualian di ayat 29, yaitu penghujatan terhadap Roh Kudus, perlu dilihat lebih cermat.  Kata “hujat” atau “penghujatan” dapat berarti fitnah terhadap manusia atau, seperti di sini, perkataan yang tidak sopan atau menentang Tuhan. Ayat 30 menjelaskan bahwa perkataan Yesus itu ditujukan kepada ahli-ahli Taurat yang menuduh Yesus kerasukan roh jahat. Jadi, ini merupakan teguran atau peringatan keras terhadap mereka yang bersikukuh menolak mengakui kuasa Allah (atau, Roh Kudus) yang bekerja di dalam diri Yesus.

REFLEKSI
Pernahkah Anda melihat campur tangan kuasa Tuhan dalam kehidupan Anda? Sejauh mana pengalaman itu berdampak bagi hubungan Anda dengan Tuhan?

TEKADKU
Tuhan, mampukanlah aku melihat kuasa-Mu yang bekerja di dalam kehidupanku, juga melalui berbagai peristiwa yang nampaknya sepele atau biasa saja.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini, melalui berbagai media yang ada, aku akan bersaksi mengenai pengalaman pribadiku di mana kuasa Tuhan bekerja di dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«