suplemenGKI.com

Sabtu, 5 Juli 2014

04/07/2014
Matius 11:16-19
Gereja yang Menabur Kepedulian meski Diabaikan
Pengantar
Pernahkah Saudara berada pada posisi yang selalu dipersalahkan? Melakukan ini salah, melakukan itu salah, bersikap begini salah, bersikap begitu salah. Semuanya serba salah. Bagaimana perasaan Saudara? Situasi yang semacam itulah yang terjadi dalam perenungan kita hari ini. Dan melaluinya kita dapat melihat bagaimana kasih Allah semakin nyata.
Pemahaman
-  Bagaimanakah pelayanan Yohanes Pembaptis dan Kristus digambarkan
dalam nas perenungan kita hari ini?
-  Apa yang dapat kita pelajari mengenai kasih dan kepedulian Allah melalui
perenungan kita hari ini?
Gambaran pelayanan Yohanes Pembaptis dan Kristus kali ini bagaikan dua sisi mata uang. Dari satu sisi, pelayanan Yohanes Pembaptis dilukiskan seperti seseorang yang meniup seruling dan menyanyikan kidung duka. Gambaran ini dikarenakan Yohanes Pembaptis datang dengan gaya pelayanan asketis, tidak makan dan tidak minum. Namun sebaliknya, pelayanan Kristus dilukiskan dengan suasana penuh sukacita, karena Kristus datang dengan gaya pelayanan yang berbeda,Ia makan dan minum. Akan tetapi, kedua pelayanan dengan gaya yang berbeda itu menuai hasil yang sama, sama-sama ditolak. Yohanes Pembaptis dianggap kerasukan setan, sedangkan Kristus dinyatakan sebagai pelahap dan peminum.
Di balik respon yang tidak positif itu, kita dapat melihat bagaimana Allah mengasihi manusia berdosa dengan berbagai macam cara. Tidak dapat tembus dengan cara yang satu, Dia memakai cara yang lain. Allah tanpa rasa lelah terus menerus menunjukkan kasih-Nya kepada manusia penuh cela serta seringkali mencela. Dengan kesabaran yang luar biasa, Allah terus berusaha memeluk kita
Refleksi
Kadang Allah mengijinkan alunan duka melanda kita, kadang Allah juga mengijinkan suasana suka menyelimuti kita. Semuanya dipakai Allah untuk menyapa kita, bahkan memeluk kita agar kita dapat merasakan kasih setia-Nya. Akan tetapi seringkali kita sebagai gereja, yaitu orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan dosa, tidak dapat menghargai karya kasih Allah itu. Kalau cuaca panas kita minta hujan, sedangkan kalau cuaca hujan kita minta panas. Sikap hidup demikian membuat kita menerima kecaman Allah.
Tekad
Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya untuk peka terhadap sapaan-Mu, sehingga saya terus hidup dalam kehendak dan rencana-Mu. Amin.
Tindakan
Sebagai wujud mengingat kasih Allah, dalam seminggu ke depan, kita dapat mengakhiri hari dengan doa ucapan syukur atas karya kasih Alah pada hari tersebut.
=====================================================================================
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«