suplemenGKI.com

MOVING FORWARD

Efesus 3:7-12

 

Pengantar
Bagi para pecinta otomotif tentu tidak asing lagi dengan ‘Tagline’, suatu merk otomotif yang sangat terkenal di dunia bahkan di Indonesia memiliki segmen pasar yang sangat kuat.  Apa ya bunyi Tagline tersebut?  Yup…bunyi Tagline sama dengan judul renungan kita hari ini yaitu “MOVING FORWARD“, yang sering juga ditayangkan di iklan-iklan media cetak maupun TV.  Tagline tersebut sangat menarik karena menunjukkan suatu tekad/komitmen dari produsennya untuk senantiasa berusaha lebih maju dibandingkan dengan pesaingnya.  Lalu bagaimana dengan kita selaku orang-orang yang menerima anugerah dan karya keselamatan dari Tuhan Yesus?  Akankah kita hanya duduk diam terpaku ataukah bergerak maju?  Melalui renungan hari ini mari kita belajar dari Paulus bagaimana menunaikan tugas panggilannya sebagai rasul yang diutus Tuhan kepada kalangan non Yahudi.

Pemahaman
Ayat 7: Perubahan apakah yang terjadi pada Paulus setelah menerima Rahasia Kristus?

Ayat 8 – 9: Apa yang Paulus lakukan bagi kalangan Non Yahudi?

Ayat 12: Bagaimana kita dapat memperoleh jalan masuk kepada Allah?

Paulus dengan segala kemegahannya (Filipi 3:4-6) telah ditinggalkannya dan rela menjadi pelayan Kristus.  Hal ini  bukan merupakan keputusan yang mudah apalagi pengalaman masa lalunya sebelum ia bertobat sangat kejam karena ia bertindak sebagai pemburu orang-orang Kristen.  Hal ini dapat terjadi karena peranan Roh Kudus yang mencelikkan matanya akan Berita Injil sehingga Paulus merasa sebagai orang yang paling hina.  Namun justru yang luar biasa adalah semangat Paulus yang berkobar-kobar untuk memberitakan Injil tersebut kepada mereka yang bukan Yahudi agar mereka juga dapat menikmati anugerah dan damai sejahtera (keselamatan) dari Allah.  Prinsip bahwa orang yang merasa semakin banyak diampuni dan dikasihi Tuhan maka orang tersebut juga akan semakin banyak berbuat kasih kepada Tuhan dan sesamanya.  Dan pada akhirnya melalui bacaan ini kita mendapatkan penegasan lagi bahwa jalan masuk satu-satunya kepada Allah hanya dengan iman percaya kepada Kristus Yesus.  Berdasarkan bacaan kita hari ini maka kita dapat menyimpulkan bahwa Allah tidak ingin kita hanya menerima anugerahNya namun kita juga harus menjadi jalan pembuka pintu anugerah bagi sesamanya.   

Refleksi
Mari kita meneduhkaan hati dan pikiran kita serta merenungkan apakah kita sudah menjadi jalan pembuka pintu anugerah bagi sesama?  Sudah berapa banyak jiwa yang kita ‘menangkan’ bagi Kristus selama kita menjadi orang percaya?

Tekadku
Tuhan Yesus ajarlah aku menjadi jalan berkatMu bagi sesamaku.  Sehingga hidupku mampu menjadi kitab yang terbuka bagi semua orang dan mereka yang membacanya dapat memuliakan Bapa di Surga.  Amin!

Tindakanku
Hari ini aku akan menyaksikan tentang Kristus minimal terhadap satu orang yang aku kenal dengan cara menceritakan pertolongan Tuhan dalam hidupku atau dengan cara mengajak teman tersebut mengikuti beribadah kepada Tuhan di gereja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«