suplemenGKI.com

ALLAH TELAH MEMILIH UMAT-NYA

Roma 9:6-13

 

Pengantar
Apa yang telah dijelaskan oleh Paulus dalam Roma 9:1-5, dan kenyataan bahwa begitu banyak orang Yahudi yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, tidak berarti bahwa janji-janji Tuhan Allah kepada bangsa Israel telah gagal. Pada bagian ini Paulus membuktikan bahwa ada bermacam-macam pilihan Allah. Tidak cukup kalau hanya ditentukan bahwa seorang masuk golongan “pilihan.” Menurut 1 Raja-raja 19:18 dari seluruh umat pilihan Allah pada zaman Elia, hanya 7000 orang yang dipilih secara individu karena mereka tidak sujud menyembah Baal. Banyak sekali dari mereka adalah warga umat pilihan Allah, tetapi yang menyembah Baal itu tidak termasuk kepada 7000 pemilihan secara individu. Menurut rasul Paulus dalam pasal ini, proses pemilihan secara individu masih berlangsung sampai sekarang.

Pemahaman

  • Ayat 6-9                 : Apa yang dimaksud “firman Allah tidak mungkin gagal” tentang orang Israel? Siapakah kaum Israel yang sejati atau umat pilihan Allah?
  • Ayat 10-13            : Bagaimana cara Allah memilih umat pilihan-Nya?

Keadaan orang Yahudi pada waktu itu tidak menunjukkan bahwa janji ilahi telah dibatalkan. Tidak semua keturunan jasmaniah Israel adalah Israel sejati. Janji-janji Tuhan pada setiap periode sejarah mencakup umat-Nya sebanyak yang Ia tentukan. “Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,” berarti orang yang berasal dari Israel semuanya adalah keturunan jasmaniah dari Israel. Namun maksud dari ayat ini hendak menegaskan bahwa di dalam umat pilihan Allah, ada masa/proses secara pribadi dimana warga-warga tertentu dari umat pilihan Allah ini dipilih secara pribadi untuk dibenarkan oleh Allah.

Cara Allah memilih dan memelihara umat pilihannya adalah: Pertama, bukan berdasarkan keturunan (Ay. 6-7). Sebagai contoh, Ismael dan Esau adalah anak-anak sulung yang seharusnya dipilih Allah, nyatanya Ishak dan Yakublah yang dipilih oleh Allah. Artinya, tidak semua keturunan Abraham berhak menjadi pewaris perjanjian sah, tidak semua orang Israel adalah Israel sejati. Kedua, bukan berdasarkan perbuatan manusia, melainkan karena anugerah Allah. Sebagai contoh sebelum Esau dan Yakub lahir Allah telah memutuskan untuk memilih Yakub, dan menolak Esau. Pemilihan ini didasarkan pada kedaulatan dan kemurahan Allah semata, bukan berdasarkan perbuatan baik seseorang. Karena jika dinilai menurut perbuatannya, maka Yakub pun jelas tidak lebih baik dari Esau. Yakub bahkan suka menipu dan merebut hak orang lain. Jadi seseorang diselamatkan dan dipilih oleh Tuhan bukan karena jasa dan perbuatan baiknya, melainkan berdasarkan anugerah dan kemurahan Allah yang berkenan memilih orang tersebut.

 

Refleksi
Renungkanlah: Kebaikan dan anugerah Tuhan yang telah kita terima di dalam Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita. Sudahkah kita memberi yang terbaik kepada Tuhan (pelayanan, kasih dan perbuatan)?

 

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk tetap belajar hidup kudus dan benar di hadapan-Mu sebagai suatu bentuk ucapan syukur saya karena engkau telah memilih dan menyelamatkan saya.

Tindakanku
Saya tidak akan sombong karena saya sudah mengenal dan percaya kepada Kristus, saya juga akan memberitakan berita keselamatan ini agar orang lain juga beroleh karunia yang saya terima.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«