suplemenGKI.com

KEKUATAN INTEGRITAS

Yakobus 2 : 1 – 17 ( ayat 1, 14-17)

PENGANTAR
Menurut KBBI integritas berarti : mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, kejujuran. Dan jika kita tarik dalam kehidupan kekristenan maka integritas merupakan lifestyle ( gaya hidup), karakter yang tinggal didalam diri seseorag yang mengaku percaya kepada Kristus dan taat kepada Kristus. Dan itu merupakan gambaran kehidupan orang percaya (paket hidup) yang hidupnya memiliki Yesus Kristus.

Lalu bagaimana kehidupan orang Kristen yang berintegritas ? Renungan hari ini akan memberi jawabannya.

PEMAHAMAN

  1. Mengapa rasul Yakobus mengkaitkan hubungan iman dan perbuatan ? ( ayat 14 ) Lalu apa hubungannya dengan integritas ?
  2. Apa yang ingin ditekankan oleh Yakobus melalui tindakan nyata melalui contoh praktis dengan orang yang berintegritas ? ( ayat 15-17 )

Di ayat 14 Yakobus membuka perikop ini dengan pernyataan, “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan ? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia ? Sudah barang tentu, ketika Yakobus berbicara tentang iman, ada perbedaan-perbedaan dengan rasul Paulus ketika berbicara soal yang sama. Ada beberapa perbedaan yang harus di mengerti. Pertama : Perbedaan tujuan. Paulus menuliskan suratnya untuk orang-orang yang terpengaruh ajaran Yahudi yang menekankan keselamatan karena perbuatan baik sehingga Paulus menekankan secara habis-habisan bahwa imanlah yang menyelamatkan. Sedangkan Yakobus menulis suratnya kepada orang-orang yang mengaku sebagai orang Kristen tetapi hidupnya sama sekali tidak sesuai dengan hidup Kristen. Kedua : Perbedaan istilah. Paulus menggunakan istilah “perbuatan baik” untuk memerangi orang Yahudi yang berpaham perbuatan baik untuk keselamatan. Sedangkan Yakobus menggunakan istilah “perbuatan baik” sebagai akibat atau hasil dari keselamatan. Paulus memakai istilah “iman” merujuk kepada “iman kepada Yesus Kristus” sedangkan Yakobus memakai istilah “iman” merujuk kepada “pengakuan percaya dengan mulut”. Oleh sebab itu Yakobus membuka perikop ini dengan langsung mengajar dua hal yang tidak bisa dipisahkan yaitu antara iman dan perbuatan.

Seorang Kristen yang berintegritas harus mampu memberi teladan yang baik dalam iman dan perbuatannya. Iman itu harus diwujudnyatakan melalui perbuatannya yang penuh kasih dan menolong sesama (ayat 15-16). Bukan hanya berkata tentang kasih tetapi kasih itu harus di praktekkan dalam menolong sesama. Sehingga perbuatan orang Kristen dapat menjadi teladan yang baik bagi orang yang belum percaya. Akhirnya Yakobus menutup bagian ini dengan kesimpulan, “Demikian juga halnya dengan iman ; jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”. Perbuatan bagi Yakobus adalah buah dari iman, artinya disini Yakobus ingin mengajarkan bahwa iman sejati pasti menghasilkan perbuatan yang baik.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Apakah Iman dan perbuatan anda selaras ?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya agar perbuatan saya menjadi berkat bagi sesama.

TINDAKANKU
Saya harus berjuang agar setiap tindakanku menjadi berkat bagi sesama karena demikianlah imanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«