suplemenGKI.com
Shine

Shine

1 Korintus 9:19-27

“KASIH ALLAH MENGHASILKAN HIDUP YANG BERKUALITAS”

Kemarin kita telah melihat prinsip dan orientasi hidup Paulus sebagai hasil dari perubahannya, sejak ia berjumpa dan mengenal KRISTUS. Dan hari ini kita akan mengetahui bahwa prinsip serta orientasi hidup Paulus yang berpusat pada ALLAH itu terus diwujudnyatakannya dalam tata cara hidup yang berkualitas. Menjalani kehidupan yang berkualitas  seharusnya merupakan konsekuensi logis dari  seseorang yang merasakan dan mengalami kasih ALLAH.
-    Kehidupan berkualitas seperti apakah yang dijalani oleh Paulus sejak dia
memiliki prinsip dan orientasi hidup yang terpusat kepada ALLAH?
(ayat 19-23)
-    Bagaimana cara Paulus di dalam menjalani kehidupan yang berkualitas
itu? (ayat 24-27)
-    Apa yang sebenarnya kita perjuangkan sehingga kita harus memiliki
kehidupan yang berkualitas?

Renungan:
Hal pertama yang dapat kita teladani dari Rasul Paulus adalah bahwa kasih ALLAH yang mengalir di dalam hidup Paulus telah menuntunnya untuk menjalani kehidupan berkualitas, yaitu melalui kerinduannya untuk memenangkan sebanyak mungkin orang, baik orang Yahudi, orang yang hidup di bawah hukum Taurat dan yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, orang yang lemah, dan bagi semua orang. Bahkan demi memenangkan jiwa itu, Paulus menyatakan kesediaannya untuk merendahkan diri dengan cara mempelajari pola pikir dan kehidupan orang-orang yang dilayaninya. Tujuan dari sikap Paulus ini adalah semata-mata agar kebenaran Injil dapat diterima oleh mereka (ayat 19-23)
Hal kedua yang sangat penting untuk kita simak ialah tentang cara Paulus di dalam menjalani kehidupan berkualitas sebagai responnya terhadap kasih ALLAH (ayat 24-27), antara lain:
-    Memiliki sikap penguasaan diri (ayat 25). Penguasaan diri yang
dimaksud ialah sikap yang tidak mudah goncang atau terpengaruh pada
provokasi lingkungan yang akan menyeret  jatuh ke dalam dosa.
-    Fokus pada Tujuan (ayat 26). Paulus adalah seorang yang fokus
menjalani tujuan hidupnya, untuk memenangkan jiwa bagi KRISTUS.
Demi mencapai tujuan itu, Paulus memilih untuk mengabaikan perkara-
perkara duniawi, yang  tidak mengarah kepada tujuan untuk pemuliaan
KRISTUS.
-   Kerendahan hati untuk mengalami pendisiplinan yang membawa pada
proses pendewasaan karakter kristiani.

     Dengan menggunakan gambaran sebuah arena pertandingan, Paulus mengajar dan mengajak jemaat Korintus untuk memiliki semangat juang tinggi dalam menjalani proses pertumbuhan rohani yang dapat menghasilkan hidup berkualitas. Paulus juga menyatakan bahwa perjuangan yang kita lakukan demi menghasilkan cara hidup berkualitas itu tidak akan pernah sia-sia karena hasil akhir yang akan kita peroleh adalah sebuah mahkota abadi yang akan dianugerahkan ALLAH sendiri kepada kita. Karena itu, jangan pernah lelah untuk menjalani hidup yang berkualitas di hadapan ALLAH.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*