suplemenGKI.com

Bacaan : Matius 23 : 1 – 7.

Tema : Menuruti ajarannya namun jangan meneladani perbuatannya.

 

PENGANTAR.
Sebuah ajaran tidak boleh lepas dari tindakan atau perbuatan. Keduanya bagaikan dua sisi mata uang yang saling mengkait dan tidak bisa dipisahkan. Namun apa jadinya jika sebuah ajaran harus dipisahkan dengan tindakan. Maka ajaran itu akan pincang. Itulah yang terjadi dengan para pemimpin agama Yahudi yaitu para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka mengajarkan ajaran yang sangat baik yaitu Taurat Musa. Namun mereka tidak mampu memberi teladan dalam melakukan Taurat tersebut. Lalu bagaimana sikap Tuhan Yesus terhadap mereka ?

PEMAHAMAN.

  1.  Bagaimana sikap Tuhan Yesus kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ? ( ayat 1-2 )
  2. Bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan sikap yang harus dimiliki murid-murid terhadap ahli Taurat dan orang Farisi ? ( ayat 3 )
  3. Apa alasan Tuhan yesus ? ( ayat 4-7)

Di satu sisi Tuhan Yesus memandang para ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai orang-orang yang terhormat. Mereka mendapat tempat istimewa dengan menduduki “kursi Musa”. Artinya mereka adalah para pemimpin yang memiliki otoritas  untuk mengajarkan Hukum Taurat, bahkan mengawal dengan ketat penafsirannya dalam pengajaran kepada masyarakat. Namun Tuhan Yesus  memandang bahwa dalam teladan kehidupan mereka penuh dengan kepalsuan. Untuk itulah  maka Tuhan Yesus menasehati orang banyak dan para murid-Nya agar tidak meneladani perbuatan mereka. Mengapa Tuhan Yesus mengatakan hal tersebut  ? Ada beberapa alasan :

Pertama : Bahwa perbuatan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi tidak selaras dengan apa yang mereka ajarkan. Mereka menuntut orang banyak untuk melakukan apa yang mereka ajarkan walapun mereka sendiri tidak bersedia melakukannya.

Kedua : Bahwa mereka melakukan kesalehan palsu. Secara lahiriah mereka melakukan hukum-hukum agama tetapi didalam hatinya mereka penuh dengan kebencian.  Mereka melakukan hidup saleh hanya untuk mendapatkan pujian dan penghormatan. Bahkan ibadah di jadikan sebuah pameran untuk di lihat oleh banyak orang.

Kitapun bisa menilai mana yang bisa menjadi teladan dan mana yang harus kita tinggalkan. Yang jelas adalah bahwa perilaku para ahli Taurat dan orang-orang Farisi tidak bisa dijadikan teladan. Hanya Tuhan Yesuslah yang dapat di jadikan panutan. Ajaran-Nya dapat menuntun ke jalan kebenaran, sedangkan teladan kehidupan-Nya patut kita contoh. Barangkali saudarapun akan memautkan hidup hanya kepada Tuhan Yesus.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil saat hening sejenak untuk merenungkan :

  • Apakah tindakan saudara sudah selaras dengan Firman Tuhan ?
  • Apakah tujuan saudara dalam beribadah kepada Tuhan ? apakah untuk mencari pujian ? 

TEKADKU
Ya Tuhan ampunilah saya karena tindakan/perbuatan saya sering tidak selaras dengan Firman Allah.

TINDAKANKU.
Mulai hari ini, dalam ibadah dan kebaikan saya harus melakukan dengan tulus, bukan untuk mencari pujian.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*