suplemenGKI.com

Sabtu, 4 Mei 2019

03/05/2019

DIA PENUH PERHATIAN

Yohanes 21:1-14

 

PENGANTAR
Setiap kita pasti membutuhkan perhatian dan sangat senang menerima perhatian dari orang lain.  Apalagi di saat kita mengalami kegagalan dan rasa takut yang tidak mudah kita hadapi seorang diri.  Pasti kita berharap orang-orang di sekitar mengerti dan peduli kepada kita.  Hal itu tidak salah.  Tetapi, tentu perhatian dan kepeduliaan orang-orang di sekitar kita sangatlah terbatas.  Melalui pengalaman para murid dalam perikop ini, kita menemukan bagaimana memiliki perhatian yang memulihkan iman dan emosi mereka.  Mari kita renungkan!

PEMAHAMAN

  • Apa yang para murid lakukan di pantai danau Tiberias? (ayat 2-3a)
  • Sebagai orang-orang yang memiliki keahlian, apa yang mereka alami? (ayat 3b)
  • Apa yang Tuhan Yesus lakukan saat para murid menghadapi hal yang sulit di pantai itu? (ayat 4-5)
  • Apakah anda meyakini bahwa Tuhan Yesus pribadi yang penuh perhatian?

Menurut Injil Yohanes, perikop yang kita baca hari ini adalah peristiwa Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para murid untuk ketiga kalinya.  Walaupun sudah mengalami perjumpaan dengan Yesus, nampaknya para murid tidak mudah dapat memahami bahwa Dia telah bangkit, hidup mengalahkan maut.  Iman dan emosi mereka masih belum pulih.  Namun demikian, dalam perjumpaan yang ketiga ini mereka tidak lagi bersembunyi dalam rumah yang terkunci rapat.  Para murid sudah memiliki keberanian untuk hidup bersama masyarakat, bahkan sudah mulai kembali ke dalam kehidupan seperti sebelum menjadi murid Yesus yaitu menangkap ikan di pantai danau Tiberias.  Petruslah yang pertama kali memiliki ide menangkap ikan, yang kemudian diikuti beberapa murid yang lain.

Walaupun sudah sering menangkap ikan, tetapi malam itu mereka tidak mendapatkan satu ikan pun.  Apa yang Yesus lakukan?  Ayat 4-5 “Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai, akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.  Kata Yesus kepada mereka: Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk? Jawab mereka: Tidak ada.”  Tuhan Yesus menjumpai mereka dengan meminta lauk-pauk.  Dengan lantang para murid menjawab tidak ada.  Lalu, Dia menyuruh mereka menebarkan jala di sebelah kanan perahu.  Mereka mentaati-Nya dan mendapatkan ikan yang sangat banyak hingga susah payah menarik jala karena banyaknya ikan.  Di saat itulah para murid baru menyadari kehadiran Yesus.  Bagian ini memperlihatkan kegagalan para murid menangkap ikan dan jalan keluar dari Tuhan.  Peristiwa ini menjadi titik balik dari sikap iman dan emosi para murid yang saat itu masih diliputi keraguan, rasa takut serta kesedihan karena kematian dan kebangkitan Sang Guru yang sulit mereka pahami.  Yang  jelas tanpa  Yesus mereka gagal.  Hanya dengan ketaatan kepada Sang Guru mereka dapat berhasil.

REFLEKSI
Mari hening sejenak merenungkan: Tuhan Yesus yang bangkit, hidup mengalahkan maut, menyatakan diri dengan penuh perhatian, Dia pemberi hidup sekaligus pemelihara hidup.  Yang Dia kehendaki adalah sadari kehadiran-Nya dan taatilah perintah-Nya.

TEKADKU
Tuhan terimakasih untuk kehadiran-Mu yang penuh perhatian.  Tolong agar aku memiliki kepekaan akan kehadiran dan perintah-Mu.  Mampukan aku mentaati-Nya, sebab jika aku tidak mengikuti perintah-Mu aku pasti gagal. 

TINDAKANKU
Aku mau mentaati perintah-Nya dalam menentukan ……. (karirku, pasangan hidup, bisnis, dll) sebab tanpa Dia aku gagal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»