Sabtu, 4 Mei 2013

03/05/2013

MENGASIHI ORANG LAIN

 

Imamat 19:9-18

 

Pengantar
Mengasihi sesama bagi orang-orang percaya adalah hal yang biasa, mereka biasa mengasihi orang-orang yang dikenalnya. Namun, apakah dengan demikian mereka dapat mengasihi orang lain, terutama orang yang tidak begitu dikenalnya atau bahkan orang asing. Memang  bukan hal yang mudah untuk mengasihi orang yang belum kita kenal, banyak alasan yang dapat kita berikan, antara lain: belum paham dengan orangnya, belum kenal dengannya, tidak merasa nyaman dengannya atau takut nanti disalahartikan oleh orang tersebut dll. Bacaan kita hari ini, mengantar pemahaman untuk mengasihi orang lain.

Pemahaman
Ay 9-10: Apa yang diajarkan Tuhan kepada bangsa Israel?
Ay 11-12: Apakah yang diajarkan Tuhan tentang sumpah?
Ay 13-14: Apa yang harus dilakukan terhadap orang yang tidak berdaya?
Ay 15-16: Apa yang diajarkan Tuhan tentang bersaksi untuk sesama manusia?
Ay 17-18: Apakah yang diajarkan Tuhan untuk mengasihi sesama manusia?

Tuhan ingin mengajarkan kasih kepada bangsa Israel dengan benar, kasih kepada semua orang termasuk kepada orang yang tidak dikenal dan bahkan orang miskin. Tuhan mengingatkan mereka pada waktu hidup berkelimpahan (musim panen)untuk memperhatikan orang asing dan orang miskin dengan cara tidak menyabit ladangnya sampai habis-habisan dan membiarkan sisa-sisa buah anggur hasil petikannya. Hal ini sengaja dilakukan untuk memberi kesempatan bagi orang asing dan orang miskin untuk dapat menikmati juga hasil panen ladang mereka.

 Tuhan mengajarkan kepada bangsa Israel untuk tidak mencuri hak orang lain, untuk tidak berbicara bohong dan bersumpah dusta demi nama Tuhan. Tuhan ingin kita menghargai hak-hak orang lain dan jangan menahan hak-hak orang lain demi keuntungan kita.

Tuhan menasihati  kitauntuk  berkata jujur dan tidak menyembunyikan kebenaran hanya untuk keuntungan pribadi semata-mata. Dalam bersaksi atau membela sesama, yang diperhatikan bukan masalah besar atau kecilnya orang tersebut, serta kaya atau miskin orang tersebut, namun yang perlu diperhatikan adalah faktor kebenaran. Bersaksi dusta harus dihindari oleh mereka.

Tuhan mengajarkan supaya mereka hidup dalam damai sejahtera dengan cara tidak menyimpan dendam, tidak menuntut balas kepada sesamanya namun mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri sendiri.

Refleksi
Renungkanlah, Apakah saya sudah dapat mengasihi sesamaku? Apakah saya sudah mengasihi orang lain yang belum saya kenal?

Tekadku
Tuhan Yesus, ajarkan saya untuk dapat mengasihi orang lain walaupun saya kurang begitu mengenalnya. Ajarkan saya untuk dapat menolong orang lain yang belum saya kenal. Amin.

Tindakanku
Hari ini saya akan mengasihi orang yang tidak begitu saya kenal, dengan cara mendoakan atau  memberikan sesuatu kepadanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • delima says:

    Terima kasih telah mengingatkan pembaca agar hidup dalam kasih baik kepada sesama saudara maupun terhadap orang lain yang belum di kenal. Tekadku untuk selalu berbuat kasih kepada orang lain terutama membawanya dalam doa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»