suplemenGKI.com

“Kesetiaan, Sukacita, dan Penyembahan Sejati”

Matius 2:1-2, 9b-12

 

Pengantar
Tentu kita semua mengetahui perumpamaan Tuhan Yesus tentang Kerajaan Sorga yang seumpama seorang pedagang yang menemukan mutiara yang indah (Mat. 13:45-46). Ketika seorang pedagang telah menemukan mutiara yang paling berharga, ia akan dengan segera menjual segala harta miliknya sehingga dapat cukup membeli mutiara tersebut. Salah satu pelajaran yang bisa diambil dari kisah perumpamaan Yesus ini adalah mengenai natur seorang manusia yang akan menjual segala yang dimiliki demi sesuatu yang paling berharga bagi dirinya. Segalanya akan dilakukan, apa yang terbaik akan diberikan, demi sesuatu atau seseorang yang dianggapnya paling berharga.

Inilah juga yang dilakukan oleh orang-orang Majus (Mat. 2:1). Dengan status mereka sebagai bangsawan sekaligus sebagai astrolog (orang yang mempelajari bintang) di wilayah Timur yang sangat jauh dari Betlehem, seharusnya mereka tidak mengenal Mesias. Tetapi, mereka justru menunjukkan sikap yang jauh berbeda dengan raja Herodes yang begitu dekat dengan tempat kelahiran Yesus tetapi malah menolak-Nya. Orang Majus mengakui otoritas Allah.

Pemahaman

  • Ayat 9b             : Apa bukti pertama orang-orang Majus mengakui otoritas Allah?
  • Ayat 10             : Apa bukti kedua orang-orang Majus mengakui otoritas Allah?
  • Ayat 11-12        : Apa bukti ketiga orang-orang Majus mengakui otoritas Allah?

Bukti pertama orang-orang Majus mengakui otoritas Allah adalah dengan setia pada petunjuk Tuhan (ay. 9b). Diawali dengan petunjuk sederhana Tuhan kepada mereka melalui bintang Timur yang tidak biasa di mata mereka, mereka rela menempuh jarak yang begitu jauh dari wilayah mereka hingga ke Betlehem.

Bukti kedua orang-orang Majus mengakui otoritas Allah adalah dengan bersukacita ketika bintang Timur itu telah mengarahkan posisinya ke tempat Yesus berada (ay. 10). Perasaan sukacita karena hendak melihat raja yang sesungguhnya adalah respons terbaik menyambut Kristus, Sang Juruselamat, yang sangat jauh berbeda dengan raja Herodes dan para ahli Taurat yang justru malah terkejut dan tidak mau menerimanya.

Bukti ketiga orang-orang Majus mengakui otoritas Allah adalah dengan mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur. Ketiga jenis persembahan ini begitu mahal dan biasanya dipersembahkan untuk dewa. Dengan sikap sujud menyembah serta ketiga persembahan terbaik ini, orang-orang Majus ini telah menundukkan diri kepada Kristus, Anak Allah yang adalah Raja Sejati. Dengan mengakui otoritas Allah, mereka menunjukan kesetiaan, sukacita, dan, dan penyembahan sejati.

Refleksi
Orang-orang yang di mata dunia tidak layak mendapat belas kasihan Allah justru malah melakukan yang terbaik ketika diberi anugerah oleh Allah. Orang-orang majus telah menunjukkannya dengan menunjukkan kesetiaan, sukacita, dan penyembahan terbaik mereka, walaupun hanya berawal dari petunjuk yang kecil dan belum jelas. Apakah kesetiaan, sukacita, dan penyembahan kita masih murni dan semakin besar di hadapan Allah? Apakah kita masih memiliki kasih mula-mula kepada Tuhan lewat setiap tindakan kita?

Tekadku
Tuhan Yesus, aku bertekad untuk bersukacita dalam melakukan berbagai tanggung jawab yang dipercayakan kepadaku serta menjalaninya dengan setia. Aku rindu untuk memaknai seluruh karya yang Engkau percayakan untuk aku kerjakan ebagai bentuk penyembahan kepada-Mu. 

Tindakanku
Hari ini aku akan mengerjakan tanggung jawab keluarga, pekerjaan, dan pelayananku dengan kualitas terbaik untuk memuliakan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«