suplemenGKI.com

Sabtu, 4 April 2020

03/04/2020

TELADAN KERENDAHAN HATI

Filipi 2:5-11

 

Pengantar
Dalam ayat-ayat sebelumnya Paulus berbicara tentang kesatuan tubuh Kristus dan ia menutupnya dengan mengacu pada keteladanan Kristus. Paulus menasehati anggota jemaat di Filipi agar mereka saling mengasihi, tidak angkuh dan tidak mencari kepentingan diri sendiri. Tetapi sebaliknya, Paulus berharap agar mereka bisa merendahkan diri dan saling melayani dalam kasih. Itulah tugas panggilan bagi semua orang percaya yang dikehendaki oleh Kristus.

Pemahaman

  • Ayat 5     : Bagaimanakah nasehat Paulus kepada jemaat di Filipi dalam menjalani panggilan sebagai orang percaya?
  • Ayat 8     : Pengorbanan apakah yang diteladankan oleh Yesus?
  • Ayat 9-11: Apakah buah dari pengorbanan yang dilakukan oleh Yesus?

Filipi 2:5-11 ini adalah sebuah nyanyian atau hymne yang bersifat Kristosentris (berpusat pada Kristus). Paulus memasukkan nyanyian ini dengan maksud untuk menyampaikan kepada jemaat di Filipi tentang keteladanan kerendahan hati yang termulia dari Kristus. Secara tidak langsung Paulus hendak menasehati jemaat agar mereka menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan mereka dalam kerendahan hati yang dinyatakan melalui pengorbanan-Nya. Bagi Paulus keteladanan kerendahan hati yang sempurna dan mulia hanya dapat diteladani di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Teladan kerendahan hati Yesus bukan hanya dinyatakan melalui Dia bersedia menjadi hamba dalam bentuk Ia rela turun ke dunia menjadi manusia dalam bentuk kenosis atau pengosongan diri. Tetapi Yesus yang adalah Allah dengan penuh kerendahan hati Dia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. Ia rela menderita, disiksa, disalibkan sampai mati di kayu salib sebagai bentuk pengorbanan yang totalitas. Agar manusia yang berdosa bisa diselamatkan dan mendapat kelepasan dan pengharapan di dalam-Nya.

Buah dari pengorbanan yang bernilai mahal itu telah mengantar Yesus sebagai pribadi yang sangat dimuliakan oleh Allah Bapa. Dan yang terutama adalah, melalui pengorbanan-Nya itu, semua lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Refleksi
Renungkalah: Bagaimanakah kita meresponi teladan pengorbanan Kristus yang totalitas? Adakah kita masih mempertahankan sikap mementingkan diri, egois, atau merendahkan orang lain? Marilah kita meneladani Kristus agar kita juga bisa menjadi teladan bagi orang lain dan nama Tuhan dipermuliakan.

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah saya yang selama ini masih egois dan mementingkan diri sendiri. Mampukanlah saya untuk bisa memiliki kerendahan hati dan bisa melayani sesama dengan hati yang tulus dan sukacita.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan belajar untuk rendah hati: ketika melakukan kebaikan atau pelayanan bukan untuk mencari pujian atau penghargaan diri, tetapi supaya bisa menjadi berkat bagi orang lain dan untuk memuliakan nama Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«