suplemenGKI.com

Sabtu, 4 April 2015.

03/04/2015

Bacaan : Matius 27 : 57-66. ( Sabtu sunyi )

“Hidup dalam Pengharapan”

PENGANTAR.
Peristiwa kematian Tuhan Yesus sangat memukul hati para murid dan para pengikutNya. Mereka sangat kehilangan sosok Guru yang selama ini membimbing mereka, namun semuanya telah terjadi. Harapan mereka yang dulu ingin menjadikan Yesus sebagai pemimpin/Raja secara politik pupus sudah. Kini semuanya tinggal kenangan. Sabtu sunyi merupakan peringatan akan kematian Tuhan Yesus menjelang kebangkitanNya. Dimana kebangkitan memberikan pengharapan baru bagi mereka yang putus harapan. Hari ini kita akan merenungkan hidup dalam pengharapan.

PEMAHAMAN.

  1. Siapakah sebenarnya Yusuf Arimatea ? apa yang dilakukan terhadap jenazah Yesus ? mengapa ia melakukannya ? (ayat 57-60).
  2. Apa yang dilakukan oleh imam-imam dan orang Farisi terhadap kubur Yesus ? bagaimana respon gubernur Pilatus terhadap permintaan para imam dan orang-orang Farisi ?  mengapa kubur Yesus harus dijaga ? (ayat 62-66).

Menurut hukum Yahudi bahwa setiap mayat yang tergantung dikayu salib harus diturunkan dan dimakamkan sebelum hari sabat. Seperti tertulis dalam Ulangan 21:22-23, “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang,maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga”. Namun siapa yang peduli dengan mayat Yesus ? para murid Yesus berasal dari daerah Galilea, jadi mereka tidak memiliki kubur disekitar Yerusalem. Untunglah pada detik-detik terakhir datanglah Yusuf, seorang kaya dari Arimatea, ia juga menjadi murid  Yesus. Yusuf meminta izin Pilatus untuk menurunkan dan  memakamkan jenazah Yesus. Lalu Yusuf merawat jenazah Yesus dan memakamkannya dikubur yang masih baru. Semua itu dilakukan Yusuf sebagai wujud kasih dan pengabdiannya kepada Yesus.

Pemakaman jenazah Yesus sudah selesai, namun bagi para imam dan para Farisi yang sangat benci dan antipati kepada Yesus tetap was-was, karena mereka masih ingat akan kata-kata Yesus tentang kebangkitan. Untuk itulah mereka meminta kepada Pilatus untuk menjaga kubur Yesus dan memberi materai kerajaan, agar hati para imam dan para Farisi tenang dalam kemenangan sesaat. Namun kita tahu bahwa kematian bukanlah kata akhir sebab masih ada kebangkitan. Kebangkitan inilah yang memberikan pengharapan bagi manusia yang mengalami penderitaan dan kematian. Kita bersyukur kepada Tuhan karena didalam namaNya ada pengharapan. Sabtu sunyi adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk merenungkan tentang pengharapan didalam Tuhan Yesus. Marilah kita berefleksi.

REFLEKSI.
Marilah kita merenungkan : sebagai umat percaya, apa yang sudah anda lakukan  untuk Tuhan Yesus ? apakah wujud kasih dan pengabdian anda kepada Tuhan Yesus ?

TEKADKU.
Ya Tuhan, tolonglah saya agar saya dapat mewujudkan kasih dan pengabdian saya kepada Tuhan dalam karya nyata.

TINDAKANKU.
Saya akan memberikan yang terbaik kepada Tuhan, baik berupa  tenaga, pikiran maupun dana sebagai wujud kasih dan pengabdian saya kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«