suplemenGKI.com

Sabtu 4 Agustus 2018

03/08/2018

Hidup Yang Berdampak

Bacaan Matius 16:5-12

 

Pengantar
                Dalam kehidupan kita selalu diperhadapkan kepada suatu pilihan, baik atau tidak baik, untuk diri sendiri atau orang lain, benar atau salah. Maka untuk dapat memilih yang baik, yang benar dan berguna bagi orang lain tidaklah mudah, diperlukan kewaspadaan dan kecermatan. Demikian juga Yesus mengingatkan kepada murid-muridnya untuk waspada dan berjaga-jaga.

Pemahaman
Ay 5-7, Apa tanggapan murid-murid-Nya, ketika Yesus menasihati untuk berjaga-jaga dan waspada?
Ay 8-10, Apa yang Yesus jelaskan berkaitan dengan pikiran murid-murid-Nya?
Ay 11-12, Apa yang Yesus tegaskan dalam pengajaran-Nya?

Yesus dan murid-murid-Nya melakukan perjalanan menyeberangi danau, namun murid-muridNya lupa untuk membawa bekal roti. Yesus memberikan pengajaran supaya mereka berjaga-jaga dan waspada terhadap ragi orang Farisi dan Saduki. Namun murid-muridNya mengkaitkan kata ragi dengan kondisi mereka yang lupa bawa bekal roti.

Yesus mengerti apa yang dipikirkan mereka dan menegur mereka sebagai orang yang kurang percaya. Yesus mengingatkan tentang mujizat 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5 ribu orang  dan 7 roti untuk 4 ribu orang, Yesus mencelikkan mereka bahwa yang dipersoalkan bukan tidak ada roti, namun tentang pengaruh ajaran dari orang-orang Farisi dan Saduki.

Pengaruh ajaran orang Farisi dan Saduki seperti ragi yang mengkhamirkan seluruh adonan tepung terigu. Yesus mengingatkan bahwa ajaran yang salah bisa berdampak besar bagi yang mendengarkan dan terpengaruh untuk melakukannya.  Apalagi orang-orang Farisi dan Saduki dianggap sebagai kaum rohaniawan. Maka pengaruh mereka akan sangat luas dan cepat sekali. Orang-orang yang sudah terpengaruh dengan ajaran yang tidak benar akan sulit untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Oleh sebab itu Yesus menasihati untuk murid-murid-Nya berjaga-jaga dan waspada terhadap pengajaran mereka. Setiap pengajaran mereka harus diperhatikan dan dicermati dengan baik.

Dipihak lain, hal ini juga mengingatkan murid-murid bahwa hidup mereka harus membawa dampak yang baik seperti ragi dalam roti. Murid-murid harus memberikan pengajaran yang benar dan dapat mempengaruhi yang baik bagi pendengarnya.

Refleksi
Ambillah waktu untuk merenungkan: Seberapa besar hidupmu berdampak yang baik bagi orang lain?

Tekadku
Ya Tuhan, terima kasih kalau Engkau mengajarkan kepada kami untuk memiliki hidup yang berdampak positif bagi orang lain, berikan keberanian pada kami untuk memulainya. Amin

Tindakanku
Hari ini saya menyadari bahwa hidup saya harus membawa dampak yang positif dalam lingkungan kerja, gereja, belajar atau masyarakat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«