suplemenGKI.com

1Tesalonika 2:1-13

 

“Perjuangan yang berbuah sukacita”

Pengantar:
            Ada pepatah yang berkata “Proses selalu tertutup oleh hasil”. Artinya: Orang selalu melihat hasil yang nampak di depan mata, tetapi melupakan perjalanan prosesnya hingga mencapai hasil yang dapat dilihat oleh mata. Misalnya, ketika kita menikmati sebuah makanan yang sangat lezat, kita akan segera berkata “Wah makanan ini lezat sekali” Tetapi kita tidak berusaha mencari tahu bagaimana rumitnya proses menyiapkan makanan tersebut. Mulai dari memilih bahan-bahannya, meracik bumbu- bumbunya dan berapa lama sang tukang masak memasaknya hingga menghasilkan sebuah masakan yang sangat lezat. Namun pasti yang sangat bangga karena masakannya dinilai sangat lezat adalah si tukang masaknya, itu berarti perjuangannya tidak sia-sia walau prosesnya rumit. Bacaan hari ini memaparkan Rasul Paulus yang mengucap syukur atas buah pelayanannya di jemaat Tesalonika.

Pemahaman:

  1. Apa yang bisa kita hayati melalui pernyataan Rasul Paulus dalam ayat 9-12?
  2. Apa makna di balik pernyataan Rasul Paulus pada ayat 13?

Rasul Paulus adalah seorang Rasul besar yang dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa, jemaat Tesalonika adalah salah satu buah pelayanannya. Namun pernahkah kita tahu betapa berat proses yang harus dilalui oleh Paulus sampai kemudian dia dapat melayani Tuhan dalam pemberitaan Injil Kristus kepada banyak orang termasuk kepada jemaat Tesalonika ini? Ungkapan di ayat 9 “Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami…Sementara kami bekerja siang malam supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu” Bagian itu dengan mudah bisa kita pahami bahwa perjuangan Paulus dalam memberitakan Injil di Tesalonika memang tidak mudah. Salah satu yang dihadapi Paulus dalam perjuangan pemberitaan Injil adalah dia pernah dianiaya dan dihina (Lih. v. 2). Di ayat 9 kita juga bisa menangkap bahwa Paulus dalam perjuangan pemberitaan Injil terkadang harus bekerja untuk kebutuhan pribadinya sendiri agar tidak menyusahkan orang lain. Di tengah perjuangan yang sulit Paulus tetap menjaga kekudusan hidup, keteladanan hidup dan kasihnya kepada umat yang dilayani (v. 11-12). Tentu semua itu dapat dilakukan Paulus karena kemelekatannya pada Tuhan yang telah memanggilnya menjadi pelayan Injil. Itu sebabnya dia sangat mengucap syukur kepada Allah atas buah karyanya dalam diri jemaat Tesalonika yang terus bertumbuh dalam Tuhan.

Refleksi:
Saudara hidup ini adalah proses, proses menuju hasil terkadang tidak mudah, tidak jarang kita harus membayar harga yang mahal, namun jangan pernah berhenti melangkah dalam proses, majulah terus lewati proses itu niscaya kita akan mencapai ujung yang penuh sukacita.

Tekadku:
Tuhan, ajarkan dan mampukan saya untuk melewati proses yang tidak mudah dalam hidup ini, agar saya dapat mencapai ujung proses dengan kemenangan yang penuh sukacita-Mu.

Tindakanku:
Saya mau belajar menghadapi setiap proses hidup yang Tuhan ijinkan saya lalui, dengan tidak mudah menyerah apalagi mundur karena saya tahu Tuhan pasti akan menolong saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«