suplemenGKI.com

Sabtu, 31 Maret 2018

30/03/2018

INGAT AKAN HARI KEMATIANMU

Matius 27:57-66

 

Pengantar
                Kebiasaan kita selalu mengenang sesuatu yang baik, misalnya kelahiran kita, kelahiran anak kita, ulang tahun pernikahan, ulang tahun gereja kita dll. Pendek kata sesuatu yang menyenangkan dan membuat kita bahagia akan kita kenang dan rayakan terus menerus tiap tahun. Bagaimana dengan hari kematian? Mendengar hal ini kadang orang malas untuk membicarakannya, apalagi dikaitkan dengan kita yang masih hidup. Benarkah demikian?

Pemahaman

Ay 57-60, Apa yang dilakukan oleh Yusuf dari Arimatea terhadap mayat Yesus?

Ay 61, Apa yang dilakukan oleh wanita-wanita pengikut Yesus?

Ay 62-64, Apa yang dilakukan oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi terhadap mayat Yesus?

Ay 65-66, Apa yang dilakukan oleh Pilatus terhadap permintaan orang-orang Farisi dan imam-imam kepala?

Setelah kematian Yesus di kayu salib, Yusuf dari Arimatea menghadap ke Pilatus untuk mengambil mayat Yesus, dan Pilatus mengabulkannya. Saat itu bertepatan dengan akan datangnya hari Sabat, maka hukum Yahudi melarang mayat-mayat bergantungan pada hari tersebut. Yusuf segera mengapaninya dengan kain lenan putih dan menguburkan Yesus dikuburan baru yang digalinya di dalam bukit batu. Para wanita pengikut Yesus mengikuti apa yang dilakukan oleh Yusuf dari Arimatea.

Keesokan harinya orang-orang Farisi dan imam-imam kepala menghadap kepada Pilatus dan memohon kepadanya supaya kubur Yesus dijaga. Tujuan mereka memintakan hal ini kepada Pilatus supaya murid-murid Yesus tidak mencuri mayat tersebut dan mengabarkan kabar bohong bawa Yesus bangkit. Orang-orang Farisi dan imam-imam kepala menyebut Yesus si penyesat, demikian juga murid-murid Yesus disebutnya penyesat juga.

Pilatus mengabulkan permintaan orang-orang Farisi dan imam-imam kepala dengan memberikan beberapa prajurit untuk menjaga kubur Yesus dan bahkan memeteraikan kubur tersebut.

Penjagaan dan pemeteraian batu penutup kubur yang dilakuan para penjaga itu tampak bahwa mereka sendiri telah menutup segala kemungkinan pencurian terhadap mayat Yesus. Para murid tidak akan mampu mengalahkan para penjaga kubur dan dapat mengambil mayat-Nya. Para murid juga tidak akan mampu membuka meterai pintu kubur yang dibuat oleh para penjaga kubur

Menghayati peristiwa itu, secara iman kita menemukan bahwa kubur yang dijaga ketat tidak akan mampu mengurung kuasa Allah yang dapat membangkitan Yesus Kristus.

Refleksi
Ambil waktu beberapa menit untuk merenungkan: Apakah hidupku sudah berdampak bagi banyak orang? Apakah saya sudah mempersiapkan/menyambut kematian saya dengan baik?

Tekatku
Ya, Tuhan ampunilah kami yang hanya sibuk mengurusi hal-hal duniawi saja, kami tidak pernah berpikir dan mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Engkau Penebusku yang hidup. Ubahlah hidup kami ya Tuhan?

Tindakanku
Hari ini saya akan mempersiapkan diri dengan baik, dengan menyadari sewaktu-waktu Tuhan akan memanggilku pulang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«