suplemenGKI.com

Manusia Batiniah

2 Kor 4:16-18

 

Pengantar

Sering kali orang menilai kesuksesan hanya dipandang dari segala sesuatu yang ia dapatkan, misalnya berapa rumahnya, mobilnya, pabriknya, toko dll. Dapat juga orang melihat dari seberapa banyak gelarnya (S1,S2,S3), seberapa dekat ia dengan orang-orang yang berpengaruh di daerahnya. Bahkan banyak orang yang akhirnya menilai dirinya berharga atau tidak dari apa yang ia miliki.

 

Pemahaman

Ay 16, Apa yang dimaksudkan Paulus dengan manusia lahiriah dan batiniah?

Ay 17, Apa yang dimaksud Paulus dengan penderitaan ringan?

Ay 18, Apa yang dimaksud Paulus dengan memperhatikan yang tak kelihatan?

 

Paulus mengingatkan kepada jemaat di Korintus, bahwa dalam manusia terdiri dari 2 bagian utama, yaitu manusia lahiriah (jasmani) dan manusia batiniah (rohani). Manusia lahiriah berkaitan erat dengan jasmaninya (sehat/sakit, makan/lapar, minum/haus dll). Sehingga manusia lahiriah dapat mengalami sakit-penyakit serta mengalami kelemahan tubuh. Manusia lahirilah semakin tahun juga semakin tua dan semakin rentan. Sedangkan manusia batiniah berkaitan erat degan kerohanian. Paulus menggambarkan bahwa manusia batiniah itu dapat semakin hari semakin dibaharui dan tidak bergantung mutlak dengan manusia lahiriah.

Paulus membandingkan keadaannya sekarang dengan keadaan yang akan datang (hidup kekal). Maka Paulus menyimpulkan bahwa penderitaan (jasmani) yang ada di dunia ini, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan diterimanya kelak. Maka Paulus menyatakan penderitaan ringan sekarang ini, bukan berarti Paulus tidak pernah menderita secara fisik, namun justru Paulus telah mengalami banyak penderitaan di dunia ini. Paulus menyakini bahwa apa yang dideritanya tidak sebanding dengan apa yang akan didapatkannya kelak (jauh lebih besar).

Karena kekekalan nilainya jauh lebih besar dari semua yang ada di dunia ini maka Paulus memfokuskan mengerjakan hal-hal yang bersifat kekal. Hal-hal yang bersifat kekal ini tidak pernah dapat dilihat oleh manusia atau diukur oleh manusia.

Paulus menyadari seringkali manusia tertarik hanya dari apa yang dilihat dan yang dibanggakan oleh orang lain, sedangkan hal yang bersifat kekal jarang diperhatikannya. Maka Paulus menasihatkan untuk jemaat lebih melihat hal-hal yang berkaitan dengan kekekalan ketimbang hanya memperhatikan yang kelihatan atau jasmani saja.

 

Refleksi

Ambil waktu untuk merenungkan: Apakah saya sudah memperhatikan kebutuhan kerohanian saya dan memenuhinya? Atau apakah saya hanya fokus ke hal-hal yang bersifat materi saja?

 

Tekadku

Ya Tuhan, acapkali tujuan kami hidup hanya memuaskan hawa nafsu kami saja, kami jarang melihat kehidupan rohani kami?

 

Tindakanku

Hari ini saya mencoba lebih memperhatikan hal-hal yang rohani, melihat waktu doa saya, waktu teduh saya, waktu mengajak orang untuk dekat dengan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«