suplemenGKI.com

Filipi 2:12-18

 

“Senantiasa taat”

Pengantar:
            Ada pendapat menarik tentang orang Indonesia, bahwa salah satu keunikan orang Indonesia adalah tidak suka menaati peraturan. Ada tujuh alasan mengapa orang Indonesia tidak suka menaati peraturan: 1) Peraturan di Indonesia itu banyak sekali, dijalani atau tidak bukan persoalan. 2) Taat peraturan itu tidak keren, seperti anak TK saja. 3) Hukuman terhadap pelanggar peraturan kurang keras, banyak jalan untuk bebas dari sanksi. 4) Orang Indonesia itu beradab bangat, jadi segala sesuatu dikompromi termasuk terhadap peraturan. 5) Orang Indonesia tidak mau repot, repot itu haram. 6) Penegak hukumnya juga tidak taat peraturan, coba lihat yang paling banyak berperkara dengan peraturan umumnya penegak hukum. 7) Katanya peraturan itu dibuat memang untuk dilanggar. Itu adalah pendapat umum yang pasti tidak semuanya benar. Kita sebagai anak-anak Tuhan tentu punya pandangan lain.

Pemahaman:

1)      Mengapa Paulus menekankan agar umat Tuhan di Filipi harus senantiasa taat? (v. 12-16)

2)      Bagaimana sikap yang diharapkan dalam rangka senantiasa taat? (v. 17-18)

Dari bacaan kita hari ini Paulus menunjukkan prinsip paling penting tentang apa atau siapa objek ketaatan itu. Objek ketaatan yang sesungguhnya adalah Tuhan, karena Tuhan sendiri telah mengerjakan ketaatan dalam diri Tuhan Yesus Kristus sampai mati di atas kayu salib. Ketaatan Tuhan Yesus bukan karena ada peraturan tetapi panggilan pribadi-Nya untuk datang ke dunia menyelamatkan kita walaupun harus mati di salib. Maka Paulus menekankan bahwa taat itu bukan harus karena ada peraturan (v. 12), peraturan hanyalah cara melakukan ketaatan, bukan supaya taat. Nilai-nilai penting dalam melakukan ketaatan: meneladani Tuhan Sang teladan ketaatan, dengan tanpa tekanan atau paksaan melainkan dengan bersukacita. Ketika orang telah menikmati hasil dari ketaatan, maka ia akan melakukan ketaatan itu dengan sukacita, seperti menikmati rekreasi. Kita sebagai anak-anak Tuhan yang telah mengalami hasil dari ketaatan Tuhan Yesus, yaitu kita telah menerima keselamatan dari pengorbanan Yesus, maka kita menyikapi ketaatan dalam Tuhan adalah sebagai sebuah kesenangan yang menandangkan sukacita, sekalipun terkadang kita harus berhadapan dengan penderitaan karena iman kita kepada Yesus. Demikian juga ketika kita menaati peraturan yang ada di sekitar kita atau dunia ini.

Refleksi:
Mari kita merenungkan. Pernahkah kita bertanya, apakah kita sudah hidup dalam keselamatan karena ketaatan Tuhan Yesus Kristus? Jika ya, itulah pendorong ketaatan kita kepada-Nya.

Tekad:
Tuhan Yesus, mampukan saya untuk senantiasa taat sebagai wujud aku telah diselamatkan.

Tindakkan:
Pikirkan dengan serius, apa yang akan saudara lakukan sebagai wujud tindakkan bahwa saudara senantiasa taat kepada Tuhan Yesus!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«