suplemenGKI.com

Sabtu, 30 Maret 2019

29/03/2019

2 Korintus 5:18-21

HIDUP YANG DIPERDAMAIKAN

Pengantar
Kita tentu masih mengingat kisah tentang air bah dan bahtera Nuh. Allah mendapati manusia hidup dalam dosa dan kebejatan. Allah tidak lagi bersedia bertoleran terhadap apa yang dilakukan manusia pada masa itu. Allah mengirimkan air bah ke muka bumi untuk memusnahkan segala sesuatunya kecuali Nuh, keluarganya dan mahluk hidup yang telah ditetapkan Allah untuk ikut dalam bahtera Nuh. Peristiwa air bah tentu merupakan sebuah peristiwa yang dahsyat. Peristiwa yang perlu untuk selalu diingat dan direfleksikan. Allah memperlihatkan murka-Nya lewat peristiwa air bah. Murka Allah terjadi oleh karena sikap hidup manusia yang tidak berkenan di hadapan Allah

Pemahaman

Ayat 18-19           Apa yang telah dilakukan Allah kepada manusia?

Ayat 20-21           Apakah yang Paulus kehendaki untuk dilakukan oleh jemaat di Korintus ?

Pernahkah umat bertanya berapa banyak dosa yang telah dilakukan setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun dan bahkan sepanjang hidupnya? Adakah umat mampu menghitung kesemuanya? Bisakah seluruh perbuatan buruk dan dosa yang umat lakukan terhapus dengan berbagai upaya positif yang dilakukan? Tentu sebanyak apapun perbuatan baik yang dilakukan tidak akan dapat menghapus begitu banyaknya dosa yang dilakukan. Oleh karena itu Paulus mengingatkan jemaat Kristen di Korintus bahwa Kristus telah berkorban untuk menebus dosa manusia. Tanpa perantaraan Kristus, manusia akan mengalami hal yang sama seperti zaman Nuh. Allah kembali menjadi murka dan menghukum manusia. Namun Kristus telah menjadi jalan pendamaian antara Allah dengan manusia. Oleh karena Kristus, Allah tidak lagi berkeinginan untuk menghancurkan manusia. Allah justru ingin memperbaharui hidup umat-Nya.

Karya penebusan yang Kristus lakukan seharusnya mendorong jemaat untuk tidak lagi mengotori hidupnya dengan hal-hal yang buruk dan negatif. Jemaat seharusnya sungguh-sungguh berdamai dengan Allah. Berkomitmen untuk tidak lagi hidup dalam dosa.

Umat dimasa sekarang juga diajak untuk sungguh-sungguh berdamai dengan Allah. Berdamai dengan Allah berarti menjaga kekudusan hidupnya. Sebab semuanya itu telah ditebus dengan harga yang mahal. Berdamai dengan Allah berarti hidup dalam karya penebusan Kristus. Melepaskan kedagingan dan memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus.

Refleksi
Sudahkah kita hidup dalam karya penebusan Kristus? Sudahkah kita hidup kudus dihadapan Allah? Ataukah kita masih hidup dalam kedagingan sehingga dosa masih menaungi kehidupan kita?

Tekadku
Ya Allah ampuni kami atas segala sesuatu yang sudah kami lakukan bertentangan dengan perintah-Mu dan kehendak-Mu. Janganlah meninggalkan kami. Namun mampukan kami hidup kudus dan menjadi terang bagi orang lain sama seperti Paulus

Tindakanku
Belajar mengendalikan diri dengan doa. Menjauhkan diri dari pergaulan negatif. Selalu membangun sikap positif dalam komunitas.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«