suplemenGKI.com

Sabtu, 30 Juni 2018

29/06/2018

MEMBERI SUPAYA SEIMBANG

2 Korintus 8:7-15

 

Pengantar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata memberi memiliki 8 arti atau makna, antara lain adalah: (1) memberi berarti menyerahkan (membagikan, menyampaikan) sesuatu, (2) memberi berarti menyediakan (melakukan dan sebagainya) sesuatu untuk, (3) memberi berarti memperbolehkan, mengizinkan, (4) memberi berarti menyebabkan (menjadikan) menderita (kena), (5) memberi berarti menjadikan supaya (6) memberi berarti membubuhi (meletakkan, mengenakan, dsb), (7) memberi berarti mengucapkan (menyampaikan), (8) memberi berarti melayangkan, mengirimkan, dsb. Melalui bacaan kita hari ini kita juga akan belajar tentang bagaimana memberi. Mari kita renungkan!

Pemahaman

  • Ayat 7-9      : Bagaimanakah cara Paulus mengajak atau mendorong jemaat Korintus untuk segera menyelesaikan pelayanan kasih mereka dalam hal memberi?
  • Ayat 10-15  : Bagaimana pendapat Paulus tentang pelayanan jemaat di Korintus dalam hal memberi? Mengapa harus memberi?

Dalam bacaan ini, Paulus mendorong supaya jemaat di Korintus mau mendukung pelayanan jemaat di Yerusalem. Pertama, Paulus terlebih dahulu memberikan contoh kondisi jemaat lain yaitu jemaat di Makedonia yang hidup menderita dan sangat miskin dalam harta, tetapi dalam hal kasih mereka sangat kaya. Jemaat di Makedonia dapat memberikan bantuan yang melebihi kemampuan mereka (Ay. 1-5). Kedua, Kemudian Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa mereka adalah jemaat yang kaya dalam segala sesuatu, maka seharusnya juga kaya dalam hal berbagi kasih (Ay. 7).

Dalam ayat 10 Paulus mengatakan bahwa sebenarnya jemaat Korintus sudah berkomitmen untuk membantu jemaat di Yerusalem, tetapi mereka lalai atau mungkin menunda-nunda (Ay. 10-11). Oleh sebab itu, Paulus mendesak mereka untuk segera menyelesaikan pelayanan kasih dengan sukacita.

Melalui bacaan ini kita belajar bahwa memberi itu adalah anugerah (karunia) dari Tuhan (Ay. 1-5), karena belum tentu semua orang bisa memberi. Memberi harus belajar dari apa yang telah Tuhan lakukan, yaitu Kristus yang kaya menjadi miskin agar kita yang miskin menjadi  kaya (Ay. 9). Memberi itu harus berdasarkan kasih, bukan karena paksaan atau perintah (Ay. 11-12). Dan yang terakhir, tujuan dari memberi adalah supaya ada keseimbangan. Maksud dari keseimbangan adalah tidak berkelebihan dan tidak kekurangan serta di antara sesama jemaat ada kerinduan untuk saling melengkapi (Ay. 13-15). 

Refleksi
Renungkanlah: Sudahkah kita melakukan pelayanan kasih dalam hal memberi dengan sukacita? Apa yang memotivasi kita dalam memberi? Mari kita memberi dengan tulus dan penuh kasih seperti apa yang Tuhan telah teladankan bagi kita.

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa segera mempraktekkan pelayanan kasih dalam hal memberi. Memberi dengan kasih tanpa ada paksaan dan dengan motivasi yang tulus, tanpa harus menunda-nunda supaya tercipta keseimbangan.

Tindakanku
Saya akan berdoa dan mencari informasi kemanakah saya dapat menyalurkan sebagian berkat Tuhan yang telah saya terima supaya tercipta keseimbangan dan saya juga terberkati melalui berbagi dalam kasih.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«