suplemenGKI.com

Sabtu, 30 Juni 2012

29/06/2012

Markus 5:1-20

Kasih Yang Mempedulikan Keselamatan Jiwa

 

Dalam renungan kita kemarin, kita belajar tentang bagaimana menjadi seorang Kristen yang mensyukuri kasih karunia dengan cara belajar memberi secara materi (persembahan/bantuan) khususnya kepada sesama anggota tubuh Kristus. Dalam renungan kita hari ini, kita akan belajar membagikan kasih dalam bentuk kepedulian terhadap keselamatan jiwa sesama kita.

- Apa yang dapat menjadi dasar kita untuk menolong orang lain agar jiwa mereka diselamatkan? (ayat 1-13)

- Cara pandang seperti apakah yang membuat kita menjadi tidak terlalu peduli terhadap keselamatan jiwa sesama kita? (ayat 14-17)

 

Renungan

Melalui keteladanan Tuhan YESUS dalam perikop yang telah kita baca hari ini, kita dapat menangkap sebuah pelajaran tentang apa yang dapat menjadi dasar kita untuk menolong orang lain agar jiwa mereka diselamatkan? Setidaknya kita bisa melihat ada dua hal:

  1. Dari ayat 3-5 kita dapat melihat bahwa seseorang yang belum diselamatkan adalah seorang dengan kondisi jiwa yang terbelenggu oleh kuasa iblis. Dan dari ayat-ayat tersebut kita diperlihatkan betapa dahsyatnya kehancuran manusia yang disebabkan oleh kuasa iblis itu. Injil Markus mendeskripsikan keadaan orang Gerasa yang dirasuk setan itu dengan cukup gamblang sehingga kita bisa menangkap bahwa keadaan orang itu sangat serius, perlu dikasihani dan ditolong dengan segera. Dan itulah yang dilakukan YESUS. DIA yang penuh belaskasihan itu tak menghendaki ada manusia binasa karena ulah iblis. Itu sebabnya IA bersegera menyelamatkan orang Gerasa itu.
  2. Dari ayat 11-13 kita juga telah melihat sebuah tindakan YESUS yang tak tanggung-tanggung mengusir roh-roh jahat itu dan memindahkan mereka ke tubuh kawanan babi yang berjumlah sekitar dua ribu ekor. Tindakan YESUS ini mengajar kita untuk menyadari bahwa di mata TUHAN, jiwa manusia itu jauh lebih berharga dari segala makhluk lain yang juga nampak berharga. YESUS mencintai manusia dan menghendaki keselamatannya.

Dua hal yang diuraikan di atas merupakan cara pandang YESUS terhadap jiwa-jiwa manusia. Dan alangkah indahnya jika kita memiliki cara pandang yang sedemikian. Sebab hanya dengan cara pandang seperti itulah maka kita dapat belajar peduli pada keselamatan jiwa manusia.  Jika cara pandang kita seperti yang diperlihatkan para pemilik babi dan penduduk setempat, maka kita tak akan tergerak untuk memikirkan keselamatan jiwa sesama kita. Sebagaimana kita ketahui bahwa para pemilik babi dan penduduk setempat itu sangat berorientasi pada keuntungan materi (ay. 16-17). Maka tak heran, saat YESUS memilih menyelamatkan orang Gerasa dan menghancurkan babi-babi itu, mereka menjadi gusar dan memilih mengusir YESUS. Daripada menanggung kerugian materi,mereka memilih YESUS yang harus pergi. Daripada melihat lebih banyak jiwa diselamatkan, mereka lebih memilih agar tidak menanggung kerugian yang lebih besar lagi.

Memang tak mudah untuk mengajak dan mengajar jiwa manusia agar memperoleh keselamatan. Hanya seorang yang tanggap dan taat seperti orang Gerasa yang telah diselamatkan jiwanyalah yang akan segera pergi memenuhi perintah YESUS, yakni mengabarkan berita keselamatan bagi jiwa-jiwa lain yang masih terhilang (ay.19-20)

 

“Jika cara kita sama dengan cara TUHAN dalam memandang manusia berdosa, maka kita pasti peduli terhadap keselamatan jiwa mereka”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«