suplemenGKI.com

Saksi Allah Yang Hidup

Kisah 5:32-42

 

Pengantar
                Seorang saksi sangat diperlukan di dalam sebuah pengadilan, saksi itu berfungsi menceritakan sesuatu yang ia ketahui dengan jelas, saksi itu harus jujur dan berani mengatakan yang benar dan apa adanya. Maka pengadilan akan menjadi rumit atau menjadi sebuah kejahatan yang baru kala saksi-saksinya itu penuh kedustaan dan tidak takut dengan sumpah yang pernah diucapkan mereka sendiri. Bagaimana dengan saksi Kristus?

Pemahaman
Ay 32-33, Apa yang telah dikatakan oleh Petrus dan rasul-rasul yang lain di hadapan Mahkamah Agama?
Ay 34-37, Apa yang dinasihatkan oleh Gamaliel kepada Mahkamah Agama pada waktu itu?
Ay 38-39, Apa yang disimpulkan oleh Gamaliel?
Ay 40-42, Apa yang dilakukan Mahkamah Agama terhadap rasul-rasul? Dan Apa reaksi rasul-rasul pada waktu itu?

Petrus dan rasul-rasul yang lain memberikan kesaksian tentang Yesus yang telah dibangkitkan Allah dan mereka semua adalah saksi Allah yang hidup. Mendengar kesaksian para rasul tersebut, orang-orang yang berkuasa dalam Mahkamah Agama menjadi marah dan berencana untuk membunuh para rasul.

Dalam keadaan yang tegang tersebut muncullah Gamaliel orang Farisi yang cukup disegani oleh orang banyak dan ia memberikan nasihat kepada pembesar Mahkamah Agama. Nasihatnya pertama, mereka disuruh untuk mempertimbangkan baik-baik apa yang akan dilakukan untuk para rasul. Gamaliel memberikan contoh tentang pemberontakan yang pernah dipimpin oleh Teudas dan 400 orang pengikutnya, namun Teudas dapat di bunuh dan pengikutnya cerai berai. Lalu munculah Yudas seorang Galilea dan bersama dengan pengikutnya mengadakan pemberontakan, namun Yudas tewas dan pengikutnya juga tercerai berai. Gamaliel mengingatkan bahwa kalau terjadi pemberontakan dan berasal dari manusia pasti akan lenyap. Maka Gamaliel memberikan nasihat untuk tidak bertindak terhadap rasul-rasul, supaya jangan sampai mereka salah bertindak dan ternyata tindakan mereka sedang melawan Allah.

Nasihat dari Gamaliel diterima baik oleh persidangan dan mereka memanggil rasul-rasul untuk membebaskannya, dan melarang mereka untuk menceritakan tentang Yesus.

Pembebasan mereka disambut gembira oleh orang banyak dan pengikut mereka. Namun para rasul tetap memberitakan Injil dan menyaksikan tentang Yesus Sang Mesias, dimanapun mereka berada.

Refleksi
Ambillah waktu dan renungkan”Kapan terakhir kali anda menjadi saksi Allah yang hidup?” Berapa banyak waktu yang anda gunakan untuk diri sendiri dibandingkan dengan untuk menjadi saksi Allah?

Tekadku
Ya, Tuhan, Ajarilah kami untuk berani menjadi saksi Allah yang hidup, berani menceritakan Yesus yang hidup di hidup saya, dengarkanlah doa kami ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini saya cari waktu untuk menjadi saksi Allah yang hidup kepada teman saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«