suplemenGKI.com

MENANTI BERKAT KESELAMATAN

Lukas 2:21-38

 

PENGANTAR
Tentu di sepanjang tahun 2017 kita telah mengalami banyak berkat-Nya.  Berkat Tuhan itu bukan hanya secara materi atau hal-hal yang terjadi sesuai harapan kita.  Jika keadaan atau peristiwa terjadi tidak sesuai harapan tetapi kita mampu menghadapi dan mengelolanya, sesungguhnya hal itu merupakan berkat Tuhan.  Perikop hari ini menunjukkan bagaimana Simeon dan Hana menanti berkat-Nya.  Mari kita baca dan renungkan bersama!

PEMAHAMAN

  • Ayat 25           : Siapakah Simeon dan Hana?  Bagaimana mereka menjaga hidupnya saat menanti berkat-Nya?
  • Ayat 29-32      : Bagaimana sikap Simeon dan Hana setelah mendapat berkat-Nya?
  • Apakah kelahiran Yesus adalah berkat yang besar dalam hidup saudara?  Bagaimana sikap saudara dalam menanti Sang Mesias datang kedua kali?

Simeon, salah seorang di Yerusalem yang menantikan Sang Mesias.  Simeon meyakini janji Allah yang diberitakan nabi Yesaya pasti digenapi bagi umat-Nya.  Ayat 25a “Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon.  Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel”.  Simeon seorang yang benar (dikaios) dan saleh (eulabes).  Kata ‘dikaios’ (bhs.Yunani) berarti benar, adil.  Sedangkan kata ‘eulabes’ berarti saleh, sangat berhati-hati dan takut akan Tuhan.  Pengertian ‘benar dan saleh’ menunjuk pada kedalaman iman, sehingga sepanjang hidupnya senantiasa mengusahakan berlaku benar, adil, sangat berhati-hati, hidup saleh, dan takut akan Tuhan.  Hidup seperti itulah yang dijalani Simeon dalam pengharapan iman akan datangnya Sang Mesias.  Akhirnya, Simeon bersukacita karena harapan imannya terpenuhi.  Dia diperkenan Allah melihat bahkan menatang Sang Mesias.  Bagi Simeon, dapat melihat dan menatang bayi Yesus merupakan berkat berharga sebab hal itu menegaskan datangnya keselamatan bagi umat-Nya.

Bagaimana dengan Hana?  Hana, seorang nabiah di Yerusalem.  Dia sangat disiplin melayani di Bait Allah, beribadah dengan berpuasa dan berdoa (ay.37).  Sikap hidupnya tertuju kepada penantian akan datangnya Sang Mesias, yang membawa berkat keselamatan.  Seperti Simeon, akhirnya Hana juga diperkenan Allah melihat Sang Mesias.  Perjumpaan dengan Sang Mesias itu membawa Simeon dan Hana “berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan bagi Yerusalem” (ay.38).  Itulah berkat yang besar bagi umat-Nya.

REFLEKSI
Mari merenungkan:  dalam menanti Sang Mesias, Simeon hidup benar dan saleh.  Hana menjadi pribadi yang sangat disiplin melayani dan beribadah dengan berpuasa serta berdoa.  Saat ini, kita hidup dalam penantian datangnya kembali Sang Mesias.  Bagaimana hidup kita?  Disiplin ibadah dan pelayanan kita?  Mari di akhir tahun ini kita sungguh-sungguh mengevaluasi diri di hadapan-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah, agar aku mampu memiliki sikap yang benar dalam menanti kedatangan-Mu kedua kali seperti Simeon dan Hana.

TINDAKANKU
Di akhir tahun ini aku bertekad mau mempersiapkan diri menyambut “kedatangan-Mu” dengan terus beriman dan menjadi pribadi yang lebih baik dengan meninggalkan kebiasaan …………. agar hidupku berkenan saat berjumpa dengan-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«