suplemenGKI.com

Roma 12:13-21

 

Hidup Adalah Perjuangan Untuk Menegakan Kebaikan

Pengantar:
Ada suatu pernyataan, “Untuk menjadi orang yang mampu melakukan kebaikan dibutuhkan waktu seumur hidup, untuk menjadi orang jahat dibutuhkan waktu satu hari” Kita boleh setuju atau tidak dengan pernyataan itu, tetapi sadar atau tidak memang menjadi sebuah kenyataan, ketika kita ingin menjadi orang yang dapat melakukan kebaikan dibutuhkan perjuangan, kerja keras, kemauan dan komitmen. Sedang untuk melakukan hal-2 yang jahat rasanya bisa dengan mudah dilakukan. Misalnya, untuk memuji orang lain, ada banyak pertimbangan yg akan kita pikirkan baru kemudian kita bisa memuji orang lain, sedang untuk memarahi orang lain kita bisa melakukannya secara spontan (mudah sekali)

Pemahaman:

  1. Apakah inti pesan dari pernyataan Paulus yang diungkapkan dalam bentuk perintah, dorongan, nasihat untuk melakukan kebaikan dalam ay. 13-18?
  2. Apakah nasihat Paulus kepada pembaca terhadap seteru atau musuh-musuhnya? (v.19-21)

Dalam ayat 13-18, kita menjumpai paling tidak ada 15 kali muncul kata-2 perintah, dorongan, anjuran, peringatan yang semua diakhiri dengan akhiran “lah” satu kata dasar “jangan” satu kata anjuran “sedapat-dapatnya” yang intinya mengarahkan pembaca untuk melakukan kebaikan kepada siapa saja, dalam situasi apa saja dan kepada siapa saja, termasuk kepada yang menganiaya-nya. Hal itu menunjukan bahwa memang tidak mudah melakukan kebaikan kepada orang lain apalagi musuh kita, membutuhkan perjuangan. Namun walaupun tidak mudah Paulus sangat mendorong kepada pembaca untuk harus melakukannya. Karena Paulus menghayati bahwa kita sebagai sesama manusia tidak punya tempat, tidak punya hak dan tidak punya kewenangan untuk melakukan kejahatan, membalas kejahatan kepada sesama kita. Tuhan menciptakan manusia adalah untuk saling mengasihi, saling mempedulikan dan saling menolong satu sama lain, itulah hukum kasih, bukan untuk saling menciderai, saling memusuhi atau saling merugikan (band. Mark 12:29-31)

Pertanyaan penting bagi kita, mengapa kita tidak boleh membalas kejahatan kepada sesama termasuk kepada musuh kita, karena itu bukan wewenang dan hak kita melainkan wewenang hak Tuhan, itu adalah tempat atau porsinya Tuhan (v 19) Tuhan Yesus telah memberi teladan dalam hal mengasihi dan mengampuni orang yang telah berbuat jahat kepada-Nya, kitapun diPanggil umtuk berjuang bersama Tuhan: agar mampu mengasihi dan mengampuni orang yang sulit untuk dikasihi & diampuni.

Refleksi:
Ketika saudara merasa sulit mengasihi musuh, sulit untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, ingatlah kepada Yesus yg tidak pernah membalas kejahatan saudara kepada-Nya.

Tekad:
Tuhan, tolonglah aku agar mampu mengasihi orang-2 yang telah berbuat jahat kepadaku seperti Engkau telah mengampuni aku yang telah berbuat jahat kepada-Mu.

Tindakan:
Mulai sekarang aku mau belajar mendoakan, mengasihi dan menyapa orang-2 yang pernah berbuat jahat terhadap aku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*