suplemenGKI.com

Roma 13:12-14

Hidup Yang Bertanggungjawab  

Setiap orang percaya seharusnya menyadari bahwa hidup yang kita jalani saat ini adalah anugerah Tuhan, yang  harus kita pertanggungjawabkan secara pribadi di hadapan-Nya.  Mengingat tanggungjawab di hadapan Tuhan tersebut, maka rasul Paulus memberikan nasihat bagi jemaat yang ada di kota Roma untuk memperhatikan bagaimana hidup mereka di agar menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan.  Roma 13:12-14 merupakan nasihat rasul Paulus agar jemaat memperhatikan dan menggunakan dengan bijak kesempatan yang Tuhan berikan untuk memperhatikan hidup.

  1. Rasul Paulus mengajak jemaat untuk memperhatikan hidup dengan menanggalkan perbuatan kegelapan.  Renungkan apa saja perbuatan kegelapan yang di paparkan rasul Paulus? (ay. 13)
  2. Rasul Paulus mengajak jemaat untuk memperhatikan kepada siapa mereka harus  mempertanggungjawabkan hidup?  Dan bagaimana mereka harus menempatkan  Tuhan Yesus Kristus? (ay. 14)  Apa maksud nasihat rasul Paulus?
  3. Apa yang saudara pelajari dari bagian ini?  Karakter dan perbuatan apa dalam hidup saudara yang perlu dibaharui sebagai bentuk pertanggungjawaban hidup kepada Tuhan? 

RENUNGAN

Pengampunan dan keselamatan yang Tuhan anugerahkan dalam hidup kita bersifat pribadi.  Artinya bahwa ketika Tuhan Yesus datang ke dunia maka Dia akan menghakimi, mengampuni dan memberikan keselamatan bagi manusia pribadi lepas pribadi.  Maka setiap manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya secara pribadi di hadapan Tuhan.  Berkaitan dengan pertanggungjawaban hidup di hadapan Tuhan maka setiap orang seharusnya memperhatikan sifat atau karakter hidupnya.  

Dalam Roma 13:12 rasul Paulus menyebutkan suatu waktu ‘siang’ dan ‘malam’, yang menggambarkan kesempatan bagi manusia untuk memperhatikan kesempatan yang ada dan segera memperbaharui hidup agar berkenan kepada-Nya.  Dalam bagian ini ada tiga sikap yang harus kita perhatikan dalam rangka mempertanggungjawabkan hidup di hadapan Tuhan: Pertama, ay. 12 “… marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan senjata terang!”  rasul Paulus mengajak jemaat untuk menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan.  Menurut tafsiran kata ‘menanggalkan’ berasal dari kata Yunani apotithesthai yang memiliki pengertian seperti orang ‘menanggalkan pakaian’.  Menanggalkan perbuatan kegelapan disamakan artinya seperti seseorang yang melepaskan pakaian.  Perbuatan kegelapan bagaikan pakaian kotor atau rusak yang harus kita tanggalkan dan diganti dengan pakaian bersih atau baru.  Bukankah ketika kita mengenakan atau memakai pakaian kotor kita merasa tidak nyaman dan kita ingin cepat-cepat ganti dengan yang bersih?  Seperti itulah hendaknya ketika kita berbuat dosa atau masih hidup dalam kegelapan.  Seharusnya kita merasa tidak nyaman, kita ingin cepat-cepat berubah, ingin segera memperbaharui hidup.  Dan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban hidup kita kepada Tuhan. 

Kedua, ay.13 “Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, janganlah dengan pesta pora dan kemabukan, …”.  Rasul Paulus mengajak jemaat untuk hidup sopan seperti pada siang hari, yang segala sesuatunya dapat dilihat dengan jelas oleh orang lain.  Dalam bagian ini rasul Paulus menyebut enam jenis perbuatan kegelapan yang harus ditanggalkan oleh orang percaya, yaitu: pesta pora, kemabukan, percabulan, hawa nafsu, perselisihan dan iri hati.  Sebenarnya perbuatan kegelapan yang saling terkait satu dengan yang lain.  Yang apabila satu dilakukan akan dapat menimbulkan perbuatan kegelapan yang lain.  Orang percaya diminta untuk hidup sopan serta meninggalkan semua perbuatan kegelapan tersebut.  

Ketiga, ay.14 “Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan …”.  Rasul Paulus mengingatkan bahwa untuk menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan hidup dengan sopan, tidak mungkin bisa dilakukan dengan kekauatan sendiri.  Orang percaya dapat melakukannya dengan memiliki hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan Yesus Kristus.  Di dalam persekutuan dengan Kristus maka Dia memperlengkapi kita dengan kuasa-Nya agar dapat melawan tipu daya iblis yang membawa kita hidup dalam kegelapan. 

Mari kita hidup dengan penuh tanggungjawab di hadapan Tuhan, dengan memperhatikan karakter kita, bagaiamana perbuatan kita dan persekutuan kita dengan Dia.  

Setiap orang pasti akan mempertanggungjawabkan hidup di hadapan Tuhan, maka dari sekarang mulailah hidup bertanggungjawab.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*