suplemenGKI.com

DIPUJI SAMPAI SELAMA-LAMANYA

Roma 9:1-5

 

Pengantar
Pepatah mengatakan bahwa hidup tidak selamanya ada di atas. Pepatah ini ingin menggambarkan bahwa ada situasi di dalam kehidupan ini yang dinamis. Ada masa berhasil dan ada masa gagal. Setiap orang memiliki cita-cita atau hal yang ingin dicapai di dalam hidupnya. Hal tersebut dapat memotivasi dirinya untuk bekerja atau berkarya dengan semakin giat, namun ketika berhadapan dengan kegagalan setiap orang dapat merasakan kesedihan yang mendalam.

Pemahaman

  • Ayat 1-3               : Apa yang menyebabkan Paulus berdukacita?
  • Ayat 4-5               : Bagaimana cara hidup yang seharusnya dijalani oleh orang-orang Israel?

Dalam pelayanannya di kota ini, Paulus mendapatkan penolakan dari orang-orang Israel. Sejak Perjanjian Lama, bangsa Israel merupakan bangsa pilihan Tuhan, namun karya penyelamatan yang disampaikan oleh Paulus tidak diterima dengan baik. Penolakan ini menyebabkan kesedihan mendalam yang dirasakan oleh Paulus. Kesedihan itu dituliskannya sebagai keadaan dukacita dan selalu bersedih hati (ayat 2).  Orang-orang Israel menolak Paulus karena mereka tidak memiliki keyakinan iman akan kehadiran Yesus Kristus sebagai Mesias. Padahal, Paulus juga mengungkapkan bahwa dirinya menganggap orang Israel adalah saudara dan kaum sebangsa (ayat 3). Bahkan, Paulus rela terkutuk dan terpisah dari Kristus asalkan mereka mau percaya dan beriman kepada Yesus Kristus. Pada bagian ini, kita dapat melihat pertemuan antara dua perasaan, yaitu kasih Paulus yang besar dalam melakukan pemberitaan Injil dan juga kesedihan yang mendalam karena penolakan yang ia terima.

Paulus melanjutkan penjelasannya dengan menyampaikan hal-hal yang memperkuat orang Israel untuk dapat menerima Kristus sebagai Juruselamatnya. Hal-hal itu terkait dengan pengalaman bangsa Israel pada masa lalu, penyertaan Tuhan yang mereka rasakan, dan kehadiran Yesus Kristus di tengah dunia. Orang-orang Israel sebetulnya mendapatkan keistimewaan dibandingkan dengan bangsa yang lain. Hal itu diungkapkan oleh Paulus dengan menyatakan bahwa orang Israel telah diangkat menjadi anak, menikmati kehadiran Tuhan secara kelihatan yang disebut sebagai kemuliaan, menerima perjanjian-perjanjian, menerima hukum Taurat, memiliki pola peribadahan, memiliki janji-janji Tuhan, dan Sang Mesias yang lahir dari keturunan orang Israel. Faktor-faktor inilah yang seharusnya membuat orang Israel semakin yakin bahwa mereka menerima Kristus di dalam kehidupannya.

Paulus menekankan dengan jelas bahwa “Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya” (ayat 5). Paulus sedang memperlihatkan pengalaman dan pemahaman teologisnya ketika ia berhadapan dengan situasi ini. Sekalipun menghadapi kesulitan, ia tetap memiliki semangat untuk selalu memuji Tuhan. Ungkapan itu juga diperkuat dengan kelanjutan pada surat ini yang menyatakan bahwa firman Allah tidak mungkin gagal (ayat 6), sebab firman kepada orang Israel dan keistimewaan yang mereka terima juga akan berlaku bagi semua orang yang sungguh-sungguh mengaku percaya dan hidup di dalam Kristus.

Refleksi
Pengorbanan Paulus untuk umat-Nya adalah pengorbanan yang besar. Pengorbanan yang ia lakukan bahkan juga sampai mengorbankan perasaan dan hidupnya. Ada satu dorongan kuat yang membuat Paulus mampu melakukan tugas pelayanannya pada saat itu, yaitu bahwa nama Tuhan harus selalu dipuji selama-lamanya. Di dalam kehidupan kita sehari-hari, terkadang kita kalah dengan situasi kehidupan. Segala sesuatu yang terjadi di luar diri kita mampu mengendalikan perasaan kita, sehingga kita sering menjadi orang yang mudah sedih dan patah semangat tanpa mengarahkan kehidupan kita kepada-Nya. Pada saat ini, kita sedang diajak untuk mengoreksi diri dan menjadi pribadi yang mampu memuji nama Tuhan dan rela berkorban demi memuliakan nama-Nya.

Tekadku
Tuhan, berikan aku kekuatan agar tetap berkarya dengan baik ketika ada banyak hal tidak menyenangkan mengganjal perasaanku.

Tindakanku
Saya tidak akan kalah dengan perasaan sedih, tertekan, terbeban, dan perasaan negatif lainnya karena saya ingin memuliakan nama Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«