suplemenGKI.com

HUKUM YANG TERUTAMA

Markus 12:28-31

 

Pengantar
Jika kita mendapat pertanyaan, apakah yang paling penting atau utama di dalam hidup kita? Mungkin kita akan menjawab keluarga, kesehatan, pekerjaan, study, karir, atau jawaban yang lainnya. Jawaban-jawaban tersebut mungkin terjadi karena jika kita kehilangan salah satu dari hal tersebut, maka akan sangat berpengaruh bagi kehidupan kita. Terlepas dari itu semua, sebagai orang Kristen, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, pernahkah kita bertanya, hal utama apakah yang harus dilakukan sebagai orang yang percaya? Mari kita renungkan bersama!

Pemahaman

  • Ayat 28                  : Pertanyaan apakah yang diberikan ahli Taurat kepada Tuhan Yesus? Mengapa ia mempertanyakan hal itu kepada Yesus?
  • Ayat 29-31            : Apakah jawab Tuhan Yesus? Hukum manakah yang paling terutama?
  • Sudahkah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah dan sesama dalam hidup kita? Apa buktinya?

Setelah ahli Taurat mendengar Yesus bertanya jawab dengan orang-orang Saduki tentang kebangkitan orang mati, ia datang kepada Yesus dan bertanya: “Hukum manakah yang terutama?” Ahli Taurat dan orang Farisi memiliki pandangan yang sama dengan Yesus tentang kebangkitan. Karena mereka tidak setuju dengan pendapat orang Saduki yang hanya menerima 5 kitab Musa saja, yang membuat orang saduki tidak percaya akan adanya kebangkitan orang mati (Kis. 23:8). Ahli Taurat ini menemukan fakta bahwa semua pertanyaan yang diajukan oleh kaum agamawan Yahudi, mulai soal pajak sampai hari kebangkitan, dijawab dengan tepat dan benar oleh Yesus. oleh sebab itu, Ia bertanya tentang hukum yang terutama, karna bagi dirinya aturan hukum taurat sangat banyak dan itu harus dilakukan oleh bangsa Israel. Belum lagi ditambah dengan segala macam ritual keagamaan Yahudi, seperti korban bakaran.

Setelah mendengar pertanyaan seorang ahli Taurat itu, Yesus menjawab dengan tepat dengan tidak mengacu pada tradisi para ahli Taurat tetapi Ia mengutip hukum Yahudi yang tertulis dalam Ulangan 6:4, “Dengarlah, hai Israel: TUHAN itu Allah kita, Tuhan itu esa!” ayat ini adalah pengakuan iman yang dikenal sebagai “Shema” dan diucapkan setiap hari oleh orang Yahudi yang saleh dan juga mengutip Imamat 19:18 tentang kasih kepada sesama. Yesus menjawab bahwa hanya ada dua hukum yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan dan mengasihi sesama. Keduanya ini adalah satu kesatuan. Artinya, jika seseorang mengasihi Allah, maka mengasihi sesama adalah wujud nyata dari kasihnya kepada Allah.  Nas ini menegaskan kembali bahwa mengasihi Allah dan sesama adalah hal yang paling utama dibandingkan segalanya.

Refleksi
Sangat mudah bagi kita untuk mengatakan “saya mengasihimu Tuhan” namun apakah hidup kita sudah mencerminkan kalau kita benar-benar mengasihi Tuhan di dalam hidup kita.

Tekadku
Ya Tuhan tolong saya untuk bisa melakukan firman-Mu hari ini, yaitu mengasihi-Mu dan sesamaku dengan segenap hatiku, jiwaku, akal budiku dan kekuatanku.

Tindakanku
Sebagai wujud rasa cinta saya kepada Tuhan saya akan menjaga relasiku dengan Tuhan dengan rajin berdoa dan saat teduh (baca Alkitab) setiap hari, rajin beribadah, melayani Tuhan di gereja dengan sukacita dll.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«