suplemenGKI.com

SABTU, 3 MEI 2014

02/05/2014

KISAH RASUL 2: 22-36 (lanjutan)

“SAKSI TUHAN: BUKAN HANYA MENCERITAKAN, TETAPI MENGALAMI”

 

PENGANTAR
Petrus adalah hamba Allah yang dipakai secara luar biasa. Allah telah memproses dia sehingga dalam bacaan hari ini dia dapat tampil sebagai seseorang yang memberikan kesaksian tentang Yesus dengan berani dan penuh kuasa sehingga memberikan dampak yang luar biasa pula bagi gereja. 

PEMAHAMAN

  1. Cermati 3 poin yang menjadi dasar kotbah/kesaksian Petrus: (a) Ayat 22-24; (b) Ayat 25-28; (c) Ayat 32.
  2. Belajar dari Petrus: Apa saja yang harus Anda miliki untuk bisa memberikan kesaksian/pengajaran yang efektif tentang Yesus dalam panggilan Anda sebagai saksi Kristus yang hidup di zaman ini?

Petrus terbukti menjadi seorang rasul yang melalui kesaksian/kotbahnya, banyak orang dimenangkan bagi Kristus dan peristiwa ini menjadi sejarah penting dalam perintisan gereja mula-mula pada zaman Perjanjian Baru. Ini semua terjadi karena karya Allah Roh Kudus dalam diri Petrus dan hal tersebut memang tidak diragukan lagi, tetapi kebenaran ini tidak kemudian mengabaikan tanggung jawab manusianya dalam menyampaikan kesaksian/kotbah tentang Kristus. Demikian pula yang kita lihat dalam diri Petrus sebagai seorang pengajar/pengkotbah/penyampai kesaksian mengenai Yesus Kristus. Ia menyampaikan dengan berani dan lantang karena tiga hal yaitu: (a) ia tahu apa yang diajarkan/dikatakan Yesus semasa ia masih bersama-sama Yesus; (b) ia tahu apa yang dituliskan Daud dalam sejarah nenek moyangnya; dan (c) ia pun adalah saksi yang melihat dan mengalami langsung kebersamaan dengan Yesus. Ketiganya digabungkan menjadi satu untuk mengajak pendengarnya percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah.
Kita yang hidup pada masa kini juga mengemban panggilan yang sama untuk memberitakan Kristus. Panggilan ini berlaku bagi semua orang Kristen dalam profesi apa pun yang digeluti, secara verbal maupun non verbal, langsung maupun tidak langsung.  Kesaksian kita akan efektif bila kita bisa menggabungkan antara pengetahuan kita akan isi Alkitab dan pengalaman hidup yang kita bangun dalam Yesus.

REFLEKSI
Coba amatilah, apa bahayanya jika orang Kristen memberi kesaksian hanya berdasarkan pengalaman tanpa mencocokkannya dengan Alkitab. Sebaliknya, ada yang hanya bisa mengajarkan banyak tentang isi Alkitab, tentang siapa Yesus, tetapi tidak merasa mengalaminya langsung (menerapkan) dalam hubungannya dengan Yesus. Apakah kesaksian yang demikian dapat menjadi kesaksian yang efektif?

TEKADKU
Tolonglah hambaMu ini Tuhan agar dapat menjadi orang Kristen yang mengalami kuasa dan kehadiranMu, dan bersaksi dengan benar sebagaimana yang Engkau nyatakan dalam firmanMu. Sebab hambaMu tahu bahwa kekuatan sebuah kesaksian bukan hanya bergantung pada seberapa banyak yang saya ketahui, tetapi juga seberapa banyak yang saya alami bersamaMu. Amin . 

TINDAKANKU
Hari ini menyaksikan pengalaman pribadi dengan cinta kasih dan kuasa Tuhan kepada seseorang (anggota keluarga/teman kerja/teman pelayanan, tetangga, dll).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»