suplemenGKI.com

Sabtu, 3 Maret 2018

02/03/2018

SALIB ADALAH KEKUATAN KASIH KARUNIA ALLAH

1 Korintus 1:18-25

 

Pengantar
Ada sebuah penggalan lirik lagu yang berbunyi demikian: “Salib Kristus adalah bukti kasih-Mu, dan aku tidak perlu membayarnya”. Bagi orang percaya, “salib” bukanlah kata yang asing didengar. Salib berbicara tentang betapa besar kasih dan pengorbanan Allah bagi manusia berdosa. Hidup kekal tak perlu dicari dengan usaha keras, melainkan hanya karena anugerah-Nya semata. Namun, tidak demikian bagi orang Yahudi dan Yunani. Bagaimana mungkin mereka berpikir demikian?

Pemahaman

  • Ayat 22-23: Bagaimana pandangan orang Yahudi dan Yunani tentang Salib??
  • Ayat 18,24-25: Bagaimana penjelasan Paulus terhadap pandangan orang Yahudi dan Yunani tentang Salib?

Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang Yunani mencari hikmat tentang salib (ayat 22-23). Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang cerdas dan berpengetahuan. Mereka tidak dapat menerima bahwa Yesus yang disalibkan adalah Mesias yang telah mereka nantikan. Mesias dalam pandangan mereka adalah seorang Raja, bukanlah seorang yang hina dan mati di atas kayu salib. Sedangkan orang Yunani menganggap bahwa pemberitaan tentang salib adalah kebodohan karena tidak sesuai dengan pemikiran mereka. Menurut orang Yunani, jika seseorang mempercayai Kristus yang disalib, maka sama halnya percaya dengan seorang budak. Sebab bagi mereka, orang-orang yang pantas disalibkan adalah budak, maupun penjahat.

Oleh karena itu, Paulus tidak membiarkan pandangan ini terus merajalela dan menggerogoti kehidupan umat Kristen di Korintus yang mulai mengalami perpecahan. Paulus meluruskan pandangan orang Yahudi dan Yunani. Bagi mereka yang telah dipanggil untuk menerima anugerah keselamatan, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah (ayat 24). Paulus memberikan penegasannya di ayat 25 bahwa “yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari manusia”. Maksud dari perkataan ini adalah baik orang Yahudi maupun orang Yunani tidak dapat menggunakan kemampuan berpikirnya sendiri untuk melihat hikmat Allah. Kenyataannya adalah hikmat Allah jauh melampaui hikmat manusia. Oleh karena itu, sebagai orang percaya yang telah menerima anugerah Allah seharusnya kita patut bersyukur dan bersukacita. Bahkan pemberitaan salib itu harus diteruskan agar semakin banyak orang yang mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Refleksi
Apakah saudara pernah berjumpa dengan orang-orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan? Bagaimana respon saudara bila orang tersebut mengajak berdebat tentang kekristenan? Memang bukanlah hal yang mudah untuk meluruskan pandangan orang lain tentang kekristenan. Percayalah, Roh Kudus akan memampukan kita untuk menjelaskannya dengan penuh cinta kasih.

Tekadku
Tuhan, berikan saya hikmat dan keberanian untuk memberitakan kasih-Mu pada orang-orang yang belum mengenal Engkau.

Tindakanku
Hari ini aku akan mendatangi salah seorang rekan atau anggota keluarga yang belum mengenal Tuhan. Aku mau menceritakan tentang kasih Tuhan dalam hidupku, sehingga mereka juga beroleh kasih karunia dari Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«