suplemenGKI.com

Sabtu, 3 Maret 2012.

02/03/2012
Righteousness

Righteousness

Bacaan : Roma 4 : 13-25.

DIBENARKAN KARENA IMAN

Roma pasal 4 adalah tafsir Rasul Paulus atas kisah Abraham. Paulus merefleksikan narasi dalam Kejadian 17 tentang Tuhan yang berjanji memberi keturunan kepada Abraham. Hal ini dilakukan Paulus untuk membela diri terhadap tuduhan orang-orang Yahudi atas pelayanan Paulus yang mempermudah orang-orang diluar Yahudi yang menjadi Kristen karena rasul Paulus tidak memaksa mereka yang percaya kepada Yesus Kristus untuk menaati hukum Taurat.

Pertanyaan penuntun.

  1. Apa hubungan hukum Taurat dengan kasih karunia ?
  2. Mengapa rasul Paulus mengkaitkan persoalan hukum Taurat, iman dengan janji-janji Allah kepada Abraham ?
  3. Bagaimana seharusnya orang Kristen beriman ?

RENUNGAN.

Pekabaran injil yang dikerjakan oleh rasul Paulus dan rekan-rekannya membuahkan hasil yang luar biasa, banyak bangsa-bangsa non Yahudi menjadi Kristen [percaya] akan tetapi keberhasilan rasul Paulus mendapat respon yang kurang baik dari orang-orang Yahudi. Mereka [orang-orang Yahudi] menganggap apa yang dilakukan oleh Paulus tidak sesuai dengan hukum Taurat bahkan menyimpang. Bagi orang Yahudi untuk menerima keselamatan maka setiap orang harus dengan tekun melakukan hukum Taurat.

Dalam menjawab persoalan ini rasul Paulus mengkaitkan dengan tokoh perjanjian lama yang di kenal dengan baik oleh orang Yahudi yaitu Abraham. Bagi mereka Abraham dikenal sebagai bapa orang beriman. Paulus menuturkan bahwa Tuhan menjanjikan keturunan kepada Abraham bukan karena ia melakukan hukum Taurat tetapi karena iman, jika Abraham mendapatkan keturunan itu karena hukum Taurat maka ia belum tentu menerima janji Allah itu karena hukum Taurat justru membebani. Janji Allah  kepada Abraham diberikan berdasarkan kasih karunia Allah, sehingga sebagai keturunan Abraham, semua orang yang hidup dengan iman seperti Abraham juga mendapatkan janji Allah, sebagaimana Abraham sebagai bapa orang beriman.

Paulus juga menekankan bahwa orang yang percaya kepada Kristus mendapatkan pembenaran oleh iman  dan bukan melalui  kesetiaan pada hukum-hukum agama formal. Itulah yang disebut kasih karunia dari Allah kepada setiap orang Kristen. Kasih karunia tidak berdasarkan perbuatan baik atau jasa kita. Sebenarnya manusia tidak akan pernah memiliki kasih Allah/keselamatan dengan usahanya sendiri. Manusia mendapatkan kemuliaan Allah bukan karena apa yang dapat ia lakukan bagi Allah melainkan apa yang telah Allah lakukan bagi manusia. Jika demikian  sebagai orang Kristen yang telah menerima kasih karunia dari Tuhan Yesus Kristus selayaknya kita menjalani hidup kita ini dengan hati yang terus bersyukur dan memuliakan nama Tuhan. Bagaimana dengan saudara ? kasih karunia Allah telah diberikan Allah kepada saudara, bagaimana saudara membalasnya ? dengan apa ? kiranya Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. Amin.

 

Sebagaimana iman Abraham kepada Allah, seperti itulah seharusnya iman kita”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«